Diragukan,Houthi Pakai Drone Serang Fasilitas Minyak Saudi Aramco

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta -  Klaim milisi Houthi sebagai pelaku penyerangan drone terhadap dua kilang minyak Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais, pada Sabtu pagi pekan lalu diragukan.

    Begitu juga klaim drone militer yang menghancurkan dua kilang milik perusahaan raksasa minyak dunia itu dipertanyakan.

    Menurut sejumlah pejabat senior AS yang dikutip Reuters, cakupan dan presisi serangan datang dari arah barat-barat laut. Sehingga serangan itu bukan dilakukan Houthi.

    Pejabat AS ini menyakini Iran bertanggung jawab atas serangan.

    "Tidak peduli bagaimana Anda mengirisnya, tidak ada jalan keluar. Tidak ada kandidat lain. Bukti menunjukkan tidak ada arah lain selain Iran yang bertanggung jawab untuk ini," kata pejabat itu kepada Reuters.

    Pejabat AS ini mencatat gambar satelit yang menunjukkan 19 dampak serangan di fasilitas minyak Saudi Aramco. Ini salah satu indikasi meski belum dapat dijadikan bukti bahwa klaim Houthi bertanggung jawab atas serangan itu tidak kredibel.

    Menurut pejabat AS, ada 2 opsi dari mana serangan itu dilakukan. Namun pejabat itu memilih bungkam.

    Namun, sumber Reuters yang bekerja untuk pejabat Arab Saudi menduga rudal penjelajah, bukan drone, yang digunakan untuk menyerang 2 fasilitas minyak Saudi Aramco pada Sabtu pagi pekan lalu.

    Lebih dari 17 rudal penjelajah yang diluncurkan, tapi tak satupun mencapai target mereka.

    Milisi Houthi, menurut pejabat AS, tidak memiliki kapabilitas untuk menyerang secara tepat dan memenuhi titik koordinat.

    Sementara CNN yang mengutip pernyataan satu faksi milisi Houthi di Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan, Houthis telah menyerang fasilitas minya terluas Arab Saudi dengan terencana lewat operasi intelijen akurat dan pemantauan lebih maju dan bekerja sana dengan orang-orang terhormat dari dalam kerajaan Arab Saudi.

    Beberapa saat setelah serangan terjadi, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menuding Iran di balik serangan terhadap dua fasilitas minyak Saudi Aramco. Namun, Iran membantahnya dan memperingatkan Washington tentang kesiapan negara itu untuk berperang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.