Gubernur Jenderal Australia Berpidato dalam Bahasa Indonesia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jenderal Australia David Hurley berpidato dalam Bahasa Indonesia saat Resepsi Diplomatik untuk memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Galeri Nasional Australia (NGA), Canberra, pada Rabu, 11 September 2019.[KBRI Canberra]

    Gubernur Jenderal Australia David Hurley berpidato dalam Bahasa Indonesia saat Resepsi Diplomatik untuk memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Galeri Nasional Australia (NGA), Canberra, pada Rabu, 11 September 2019.[KBRI Canberra]

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jenderal Australia, David Hurley, menghadiri resepsi diplomatik yang digelar KBRI Canberra dengan memakai batik dan berpidato Bahasa Indonesia.

    David Hurley menghadiri resepsi bersama istrinya Linda Hurley, sebagai tamu kehormatan dalam Resepsi Diplomatik untuk memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Galeri Nasional Australia (NGA), Canberra, Rabu, 11 September 2019.

    Menurut rilis KBRI Canberra yang diterima Tempo pada 15 September, Gubernur Jenderal David Hurley datang dengan mengenakan batik Indonesia. Bukan hanya itu, David Hurley mengejutkan hadirin ketika ia menyampaikan pidatonya dalam Bahasa Indonesia. "Saya percaya bahwa Australia memiliki ambisi yang sama dengan Indonesia sebagaimana dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo, bahwa jika kita memiliki visi, kita dapat membuat lompatan ke depan untuk mencapai kemajuan lebih cepat daripada negara lain," katanya saat berpidato.

    "Indonesia dan Australia memiliki banyak kesamaan. Salah satunya adalah keamanan dan kemakmuran, dan masa depan kita terkait erat," kata Gubernur Jenderal yang juga menekankan tanda-tanda kedewasaan yang bertumbuh seiring meningkatnya hubungan bilateral yang kuat dan langgeng.

    David Hurley dan istrinya Linda Hurley bersama Duta Besar RI untuk Australia Kristiarto Legowo dan istrinya Caecilia Legowo, saat sesi pemotongan tumpeng dalam Resepsi Diplomatik untuk memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Galeri Nasional Australia (NGA), Canberra, pada Rabu, 11 September 2019.[KBRI Canberra]

    Duta Besar RI untuk Australia, Kristiarto Legowo, menegaskan kembali arti penting peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 2019. Selain itu, peringatan HUT RI bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-70 hubungan bilateral Indonesia dan Australia.

    "Indonesia dan Australia memilih untuk berteman satu sama lain, dan itu adalah teman yang membutuhkan dan sungguh sebagai teman sejati...persahabatan dalam dua arah jalan, bukan jalan satu arah," kata Duta Besar Legowo.

    Sekitar 400 tamu undangan hadir, seperti Duta Besar dan komunitas diplomatik di Canberra, perwakilan parlemen Australia, senator, dan pemerintah, sektor bisnis Australia, media, serta Friends of Indonesia, sebuah wadah bagi warga asing pecinta Indonesia.

    Para tamu disambut oleh resital Gamelan Bali dan pertunjukan Tari Bali, yang tampilkan oleh Sekar Langit Group yang terdiri dari seniman Indonesia dan Australia.

    Gamelan Bali dan pertunjukan Tari Bali, yang tampilkan oleh Sekar Langit Group yang terdiri dari seniman Indonesia dan Australia, menyambut hadirin Resepsi Diplomatik untuk memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Galeri Nasional Australia (NGA), Canberra, pada Rabu, 11 September 2019.[KBRI Canberra]

    Acara resepsi diplomatik ini diapresiasi oleh profesor Australian National University yang ikut menghadiri acara.

    "Pak Dubes memberikan pidato yang luar biasa, dan saya sangat bangga akhirnya Australia punya Gubernur Jenderal yang bisa berpidato dalam Bahasa Indonesia.
    Alhamdulillah!" tutur Profesor Virginia Hooker, Profesor Emeritus Departemen Politik dan Perubahan Sosial Asia Pasifik, dalam pesan WhatsApp kepada KBRI Canberra.

    Setelah pidato tersebut, Duta Besar Legowo dan Ibu Caecilia Legowo memberikan nasi tumpeng kepada Gubernur Jenderal dan istrinya. Resepsi juga dimeriahkan oleh penampilan Band Australia Royal Military College (RMC) yang memainkan lagu kebangsaan Indonesia dan Australia pada pembukaan. Lagu-lagu Indonesia dan Australia seperti Tanah Airku, Nyiur Hijau, dan You Are My Sunshine juga dimainkan dengan suasana syahdu dan lembut.

    Para tamu juga dimanjakan dengan berbagai hidangan khas Indonesia. Berbagai sajian kuliner khas Indonesia seperti nasi goreng, rendang, dan sate ayam disajikan. Selain itu, makanan ringan tradisional seperti wingko babat, kelepon, pisang goreng, dan rempeyek juga disediakan untuk memanjakan lidah warga Australia pecinta masakan Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.