Gadis 10 Tahun Kritis Terinfeksi Amuba Pemakan Otak Usai Berenang

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar mikroskopis amuba Naegleria fowleri.[cdc.gov]

    Gambar mikroskopis amuba Naegleria fowleri.[cdc.gov]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang gadis berusia 10 tahun kritis setelah terinfeksi amuba pemakan otak saat berenang.

    Gadis itu berenang di sungai Brazos dan danau Whitney di Bosque County, saat libur Hari Buruh Amerika Serikat pada 2 September kemarin, menurut laporan CNN, 15 September 2019.

    Pada 8 September, gadis itu mulai mengalami sakit kepala disusul demam. Awalnya keluarganya mengira itu adalah infeksi virus, tetapi setelah kunjungan ke dokter keluarga dan gadis itu mengalami kesulitan tidur, keluarganya tahu ada sesuatu yang salah.

    "Dia tidak sadar, tidak responsif dan segera dibawa ke UGD," tulis keluarga di halaman Facebook gadis itu.

    Gadis itu kemudian diterbangkan ke Rumah Sakit Anak Cook di Fort Worth di mana dia terinfeksi Naegleria fowleri, nama medis amuba pemakan otak.

    "Ini mimpi terburuk setiap orangtua," kata bibi gadis itu, Crystal Warren, kepada KWTX pada Jumat. "Agar ini terjadi padanya ketika ada begitu banyak orang di perairan yang sama pada hari yang sama kita tidak mengerti mengapa itu adalah dia."

    Bagian otak (tanda panah) yang terinfeksi Naegleria fowleri.[cdc.gov]

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan bahwa amuba adalah organisme hidup sel tunggal yang biasanya ditemukan di air tawar hangat seperti danau dan sungai. Amuba memasuki tubuh melalui hidung, bergerak ke otak dan menghancurkan jaringan otak, menurut CDC.

    Antara 2009 dan 2018, CDC mengatakan hanya 34 kasus infeksi Naegleria fowleri yang dilaporkan di AS. Hanya empat orang dari 145 kasus yang diketahui selamat dari amuba pemakan otak antara 1962 dan 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.