Ladang Minyak Saudi Dibom, Amerika Siap Beri Cadangan Minyaknya

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • RI Borong Minyak Dunia

    RI Borong Minyak Dunia

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat siap mengerahkan cadangan minyaknya untuk keperluan mendesak ke Arab Saudi jika memang diperlukan. Rencana itu muncul setelah drone menyerang ladang minyak Arab Saudi, salah satu negara pengekspor minyak mentah terbesar dunia.

    Menurut Shaylyn Hynes, Juru bicara untuk Menteri Energi Amerika Serikat, Rick Perry, pihaknya siap mengerahkan sumber daya alam yang ada dari cadangan minyak Strategic Petroleum Amerika Serikat, jika memang diperlukan demi mengatasi segala gangguan pada pasar minyak dunia sebagai imbas serangan militan Houthi di Yaman.

    Kelompok radikal Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan drone atau pesawat tanpa awak pada Sabtu, 14 September 2019, yang menghancurkan dua pabrik pengolahan minyak mentah Arab Saudi di fasilitas Abqaiq.

    Serangan drone pemberontak Houthi Yaman membakar dua kilang minyak Arab Saudi milik Saudi Aramco.

    Dikutip dari reuters.com, Minggu, 15 September 2019, Menteri Energi Perry telah memerintahkan pucuk pimpinan di Kementerian untuk berkerja sama dengan Badan Energi Internasional atau IAE yang bermarkas di Paris, Prancis, untuk mencari jalan alternatif dan upaya bersama, jika memungkinkan, demi mengatasi kemungkinan ganggungan pasar minyak dunia

    Lembaga IAE sebelumnya lewat Twitter mengatakan telah menghubungi otoritas berwenang Arab Saudi dan negara-negara penghasil minyak terbesar dunia demi terjaganya suplai minyak dunia. Amerika Serikat pun telah berkoordinasi dengan IAE untuk mengumpulkan minyak dari cadangan minyak internasional.

    Amerika Serikat memiliki gua penyimpanan minyak di bawah tanah yang ada di wilayah bibir pantai Texas dan Louisiana. Saat ini cadangan minyak untuk kondisi darurat itu hampir 645 juta barrel atau sekitar sebulan dari jumlah konsumsi minyak masyarakat Amerika Serikat.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump sering mendesak negara-negara anggota OPEC, dimana Arab Saudi salah satunya, agar memproduksi lebih banyak minyak mentah menyusul sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat pada anggota OPEC Iran dan Venezuela sehingga jutaan barrel minyak terhapus dari pasar dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.