Enam Warga AS Meninggal karena Vape, Apa Kata Trump?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump saat KTT G7 di Prancis, 25 Agustus 2019.[REUTERS]

    Presiden AS Donald Trump saat KTT G7 di Prancis, 25 Agustus 2019.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Donald Trump berubah-ubah sikap soal bahaya mengisap vape dan upaya melarang produk vape di Amerika setelah enam warga Amerika meninggal.

    "Sementara saya suka alternatif Vaping untuk Rokok, kita perlu memastikan alternatif ini AMAN untuk SEMUA!" kicau Trump pada 13 September dikutip dari CNN.

    "Ayo kita jauhkan produk palsu dari pasar, dan jauhkan anak-anak muda dari Vaping!" tambahnya.

    Sehari sebelumnya, Presiden Donald Trump menyarankan orang-orang untuk tidak megisap vape satu hari setelah pemerintahannya mengatakan akan melarang penjualan rokok elektrik.

    Trump ditanya oleh wartawan pada Kamis sore apakah dia dan ibu negara telah membahas e-rokok atau vaping dengan putra mereka yang berusia 13 tahun, Barron.

    "Kami belum memberitahunya apa pun, kecuali 'jangan mengisap vape,'" kata Trump. "Jangan mengisap vape. Kami tidak suka vaping. Saya tidak suka vaping."

    Retorika berbeda Trump adalah sikap yang sama yang ditunjukkan ketika manuvernya mengenai kebijakan pengendalian senjata. Trump awalnya bersumpah untuk melakukan pemeriksaan latar belakang setelah penembakan massal di El Paso, Texas, dan Dayton, Ohio, tetapi kemudian melunakkan dukungannya untuk kebijakan baru setelah percakapan dengan National Rifle Association dan akhirnya semakin samar apakah akan menindaklanjuti perkataannya.

    Tren yang sama bisa mulai bermain tentang vaping, yang mana Trump pada awal pekan ini sangat kuat menentang vape.

    Presiden mengatakan pada hari Rabu bahwa BPOM AS akan mengeluarkan beberapa rekomendasi mengenai penggunaan vape aneka rasa dalam beberapa minggu.

    Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Alex Azar mengumumkan bahwa pemerintah akan menuntut perusahaan rokok elektronik beraroma untuk mengambil produk mereka dari pasar.

    "Ini akan memakan waktu beberapa minggu bagi kami untuk mengeluarkan pedoman akhir yang akan mengumumkan semua parameter di sekitar kebijakan penegakan hukum, dan kemudian akan ada kemungkinan sekitar 30 hari keterlambatan untuk tanggal efektif, seperti kebiasaan," kata Azar.

    "Tetapi pada saat itu semua vape beraroma selain rasa tembakau harus dikeluarkan dari pasar," kata menteri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.