Lee Hsien Loong dan Halimah Yacob Berduka Atas Wafatnya Habibie

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menlu Singapura, Vivian Balakrishnan, memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Presiden B. J. Habibie di kantor KBRI di Singapura pada Jumat, 13 September 2019 pukul empat sore. Pensosbud KBRI

    Menlu Singapura, Vivian Balakrishnan, memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Presiden B. J. Habibie di kantor KBRI di Singapura pada Jumat, 13 September 2019 pukul empat sore. Pensosbud KBRI

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Singapura mengirimkan surat berisi ucapan belasungkawa kepada keluarga almarhum mantan Presiden B. J. Habibie, yang wafat pada usia 83 tahun pada Rabu, 11 September 2019.

    Surat ini dikirimkan oleh Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, dan Presiden Halimah Yacob kepada putra Habibie yaitu Ilham Akbar Habibie.

    “Presiden Halimah menyebutkan Indonesia telah kehilangan seorang pemimpin yang pada masa kepemimpinannya telah mengarahkan negara dengan tujuan dan arah yang jelas selama masa transisi menuju demokrasi dan setelah krisis finansial Asia,” begitu penjelasan dari kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura seperti diterima Tempo pada Jumat, 13 September 2019.

    Sedangkan PM Lee mengatakan Habibie telah bekerja keras menstabilkan negara setelah krisis finansial Asia pada 1997.

    “PM Lee juga memberikan kesan terhadap almarhum saat keduanya bertemu di berbagai kesempatan, termasuk saat kunjungan PM Lee ke Industri Pesawat Terbang Nusantara di Bandung serta peresmian Batam Industrial Park pada 1990,” begitu isi rilis dari KBRI tadi.

    Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya, menyampaikan kesan saat bertemu Habibie, yang sedang menjabat sebagai menristek.

    “Beliau sangat dihormati dan dikenal sebagai scientist yg banyak membuat inovasi bidang teknologi,” kata Ngurah seperti disampaikan dalam rilis.

    Ngurah bercerita Habibie merupakan satu-satunya pejabat tingkat menteri dari Indonesia yang selalu ditemui Kanselir Jerman, Helmut Kohl, setiap kali ada permintaan courtesy call saat kunjungan ke Jerman.

    Habibie juga sempat memperkenalkan kemajuan teknologi Indonesia ketika untuk pertama kali ditunjuk sebagai partner country, yang merupakan posisi prestisius di Hannover Fair pada 1995.

    KBRI juga melansir Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, mengisi condolence book untuk mengenang Habibie di KBRI pada Jumat, 13 September 2019 pada pukul empat sore waktu setempat.

    Vivian mengatakan kepemimpinan dan pengabdian Presiden Habibie akan terus dikenang oleh bangsa Indonesia serta bangsa lainnya.

    KBRI di Singapura juga memberi kesempatan kepada publik untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Habibie dengan mengisi condolence book di kantor KBRI selama 12 – 16 September 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.