Presiden Brazil Diminta Dokter Istirahat, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Brasil Jair Bolsonaro.[REUTERS]

    Presiden Brasil Jair Bolsonaro.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang belum lama ini menjalani operasi untuk mengobati komplikasi dari luka tusukan pada tahun lalu, harus beristirahat selama empat hari.  

    Bolsonaro berada di rumah sakit Sao Paulo, Brazil, sejak Minggu 8 September 2019. Dia harus menjalani operasi hernia selama lima jam yang melemahkan jaringan perut dari tiga operasi sebelumnya setelah ia ditikam tahun lalu saat kampanye pemilu.

    “Pemulihan Bolsonaro berkembang positif. Namun, tim medis memutuskan agar dia menjalankan proses pemulihan dengan intensif selama empat hari lagi terhitung sejak 13 September 2019. Hal ini untuk memberikan periode istirahat yang lebih lama,” kata OtávioRêgoBarros, Juru bicara Presiden Brazil, Kamis, 12 September 2019.

    Gambar yang diambil dari video yang dirilis oleh Fernando Goncalves, kandidat presiden Partai Sosial Nasional Liberal, Jair Bolsonaro, dibawa pergi setelah ditikam selama kampanye di Juiz de Fora, Brazil, Kamis, 6 September 2018.(AP Photo / Fernando Goncalves)

    Sebelumnya pada Kamis, Rêgo Barros mengatakan presiden berharap akan kembali bekerja pada Jumat, 13 September 2019.

    Sebuah buletin medis yang dirilis oleh rumah sakit pada Kamis mengatakan Bolsonaro diberi makan lewat intravena, tetapi tidak menimbulkan rasa sakit. Dituliskan pula, pemulihan Bolsonaro mengalami kemajuan yang baik.

    Kendati dalam kondisi kesehatan kurang bugar, Bolsonaro masih berencana menghadiri Majelis Umum PBB di New York pada akhir bulan ini.

    REUTERS - MEIDYANA ADITAMA WINATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.