Pemimpin Hong Kong Bakal Bangun Rumah Publik, untuk Apa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria berteriak ke arah polisi huru hara saat demonstrasi di dekat kantor polisi Mong Kok di Hong Kong, Cina, 7 September 2019. Meski tuntutan pendemo telah dipenuhi, namun demo ini telah meluas menjadi gerakan demokrasi serta bmenuntut pemilihan langsung pemimpin kota. REUTERS/Tyrone Siu

    Seorang pria berteriak ke arah polisi huru hara saat demonstrasi di dekat kantor polisi Mong Kok di Hong Kong, Cina, 7 September 2019. Meski tuntutan pendemo telah dipenuhi, namun demo ini telah meluas menjadi gerakan demokrasi serta bmenuntut pemilihan langsung pemimpin kota. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.CO, Hong Kong -- Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, menjanjikan pembangunan rumah dan layanan publik bagi masyarakat untuk menyelesaikan ketidak-puasan yang mengakar terhadap kinerja pemerintah selama ini.

    Pada saat yang sama, demonstran bersiap untuk menggelar unjuk rasa baru pada akhir pekan ini.

    Lam mengatakan pemerintah akan mendirikan lebih banyak perumahan bagi warga Hong Kong dalam unggahan di akun Facebook pada Kamis malam.
    “Pemerintah akan mengumumkan kebijakan perumahan dalam waktu dekat,” begitu dilansir Channel News Asia pada Jumat, 13 September 2019.

    Lam telah memutuskan menarik legislasi ekstradisi dari parlemen setelah mendapat penolakan publik besar-besaran berupa demonstrasi sejak Juni.
    Namun, warga sekarang mendesak digelarnya sistem demokrasi secara penuh yaitu pemilihan umum untuk memilih para pemimpin Hong Kong.

    Warga berulang kali terlibat bentrokan dengan polisi di berbagai lokasi dari Bandara Internasional Hong Kong hingga stasiun kereta api dan jalan raya di berbagai sudut kota.

    Warga akan menggelar Festival Lampion di Victoria Peak, yang menjadi lokasi turis populer. Lokasi lainnya adalah Lion Rock, yang memisahkan New Territories dari Semenanjung Kowloon.

    Warga juga telah memiliki lagu bersama yang menyuarakan perjuangan untuk membangun masa depan dan demokrasi yang lebih baik di Hong Kong.

    Selain itu, aktivis juga akan berkumpul di depan gedung konsulat Inggris pada Ahad nanti untuk mendesak agar kesepakatan Deklarasi Bersama Inggris – Cina, yang diteken pada 1984, agar diterapkan menyangkut masa depan Hong Kong, yang menganut sistem demokrasi, dan Cina yang menganut Komunisme.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.