Sekolah di Inggris Diprotes Minta Murid Tulis Catatan Bunuh Diri

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekolah Cheney di Headington, Oxford. Sumber: Google Maps/rt.com

    Sekolah Cheney di Headington, Oxford. Sumber: Google Maps/rt.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah sekolah di Inggris memberikan kepada murid-murid mereka tugas menulis catatan bunuh diri. Orang tua murid memprotes hal ini.

    Dikutip dari rt.com, Jumat, 13 September 2019, Sekolah Cheney yang berlokasi di Headington, Oxford, Inggris, menjelaskan tugas ini dimaksudkan sebagai latihan untuk mengeksplorasi perasaan. Murid-murid yang berusia 15 tahun dan 16 tahun di sekolah ini sedang belajar kualifikasi GCSE yang merupakan bagian dari mempelajari permainan bahasa Inggris klasik 'An Inspector Calls' oleh J.B. Priestley.

    Latihan menulis ini pun disampaikan pada ‘Hari Bunuh Diri Sedunia'.

    Ilustrasi bunuh diri dengan pistol. Dok. TEMPO/Zulkarnain

    Satu orang tua murid, yang punya pengalaman saudaranya pernah melakukan upaya bunuh diri, menulis sepucuk surat ke kepala Sekolah Cheney, memprotes tindakan sekolah tersebut.

    Menanggapi keberatan dari orang tua murid tersebut, Sekolah Cheney pun meminta maaf, namun pihak sekolah tetap berkeras kalau pemberian tugas latihan menulis catatan bunuh diri itu sudah dievaluasi sebelumnya.

    Ini bukan pertama kali latihan menulis catatan bunuh diri menuai kontroversi. Sebelumnya pada 2015, murid-murid usia 14 tahun dan 15 tahun di SMA Beauchamps, Wickford, Essex, Inggris juga diminta menulis surat bunuh diri sebagai PR (pekerjaan rumah) pelajaran bahasa Inggris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.