Akta Kelahiran Salah, Remaja Tak Bisa Punya SIM dan Paspor

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hannah, 16 tahun, kiri, dan ibunya Rebecca, kanan, tak bisa mendapatkan SIM karena akta lahirnya salah. Sumber: gloucestershirelive.co.uk//mirror.co.uk

    Hannah, 16 tahun, kiri, dan ibunya Rebecca, kanan, tak bisa mendapatkan SIM karena akta lahirnya salah. Sumber: gloucestershirelive.co.uk//mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Hannah Spillane, 16 tahun, remaja perempuan di Cheltenham, Gloucestershire, Inggris, untuk sementara waktu tak bisa mendapatkan surat izin mengemudi atau SIM karena adanya kesalahan pada akta kelahirannya.

    Ibu Hannah, Rebecca mengaku dia memiliki tiga salinan akta lahir putrinya, namun hanya satu akta yang benar. Kesalahan yang dibuat oleh lembaga pencatatan sipil Cheltenham, Inggris pada 16 tahun silam telah membuat Hannah sementara waktu membuatnya tak bisa mengendarai sepeda motor barunya seharga £1,000.

    Rebecca, 38 tahun, mengatakan putrinya membutuhkan waktu setidaknya enam bulan untuk memperbaiki kesalahan pada akta kelahiran putrinya hingga Hannah bisa mendapatkan SIM dan mengendarai sepeda motor barunya. Hannah saat ini masih bersekolah di Hartpury College di Gloucester.

    Selain belum bisa mendapat SIM, Hannah juga saat ini belum bisa mendapatkan paspor. Hal ini pun akhirnya menguburkan harapannya untuk berlibur ke Spanyol tahun depan.

    "Kami membeli sepeda motor agar Hannah mulai 2 September nanti bisa ke sekolah naik motor. Namun kami masih harus membayar ongkos bus sekitar £500. Saya sungguh kecewa dengan situasi ini," kata Rebecca.

    Hannah, 16 tahun, tak bisa mendapatkan SIM karena akta lahirnya salah. Sumber: gloucestershirelive.co.uk//mirror.co.uk

    Dikutip dari mirror.co.uk, Jumat, 13 September 2019, Hannah awalnya memiliki sebuah akta kelahiran yang benar, dimana dia lahir pada 30 Agustus pukul 4.33 pagi. Akan tetapi, pada Maret 2009, ibu Hannah mendaftarkan lagi akta lahir putrinya dan adiknya Daniel setelah dia menikah secara resmi dengan ayah Hannah (sebelumnya tinggal bersama).

    Ketika itu, dia diberikan akta kelahiran Hannah dengan tanggal kelahiran yang salah. Kesalahan ini menjadi panjang karena Rebecca tidak mencek lagi akta kelahiran yang salah itu hingga Hannah membutuhkan dokumen itu untuk membuat SIM.

    Rebecca lalu diminta mengajukan permohonan pembuatan akta kelahiran Hannah yang baru secara online dengan data-data yang benar. Namun ketika dokumen itu tiba, tanggal lahir yang tercantum masih salah.

    Rebecca meminta keringanan atas kerugian uang dan waktu yang sudah mereka keluarkan dan untungnya hal ini disetujui oleh Dewan Gloucestershire. Sumber di otoritas Gloucestershire mengatakan akta kelahiran adalah sebuah dokumen negara dan tanggung jawab orang tua untuk memberikan informasi dengan benar sehingga para orang tua didesak mencek detail akta kelahiran anak-anak mereka sebelum mendaftarkannya ke lembaga pencatatan sipil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.