Jet Tempur AS Jatuhkan 40 Ton Bom ke Sarang Pelarian ISIS di Irak

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Serangan udara dilakukan di Pulau Qanus, Irak, yang panjangnya setengah kilometer.[Sky News]

    Serangan udara dilakukan di Pulau Qanus, Irak, yang panjangnya setengah kilometer.[Sky News]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat tempur Amerika Serikat menjatuhkan 40 ton bom di pulau di utara Irak yang diklaim sebagai sarang pelarian ISIS.

    Jet tempur F-15 dan F-35 digunakan dalam operasi gabungan antara pasukan koalisi pimpinan AS dan Badan Penanggulangan Terorisme Irak, yang menargetkan Pulau Qanus di Sungai Tigris.

    Dikutip dari Sky News, 12 September 2019, rekaman serangan terhadap ISIS yang dirilis oleh koalisi di Twitter mengatakan. "Ini seperti apa ketika @USAFCENT jet #F15 dan #F35 menjatuhkan 36.000 Kg bom di sebuah pulau yang penuh dengan Daesh (ISIS)."

    Rekaman menunjukkan pemandangan udara dari pulau sepanjang setengah kilometer sebelum, selama dan setelah pengeboman.

    Pulau itu terbakar ketika beberapa puluh bom dijatuhkan dengan cepat, menciptakan ledakan besar yang melepaskan gumpalan api besar dan asap ke langit.

    Tentara dan kendaraan militer juga dapat terlihat di daratan, dengan latar belakang serangan udara.

    40 ton bahan peledak dijatuhkan di Pulau Qanus, Irak, yang diduga sebagai sarang pelarian ISIS.[Sky News]

    Berdasarkan rekaman, pulau itu tampaknya tidak dihuni, tetapi daerah di kedua sisi sungai, di daratan, tampaknya dihuni. Tidak jelas apakah warga sipil dievakuasi sebelum serangan.

    "Kami menyangkal kemampuan Daesh untuk bersembunyi di Pulau Qanus. Kami sedang menetapkan kondisi bagi pasukan mitra kami untuk terus membawa stabilitas ke kawasan," kata Mayor Jenderal Eric T Hill.

    Operasi pembersihan darat lanjutan saat ini sedang dipimpin oleh Batalyon Pasukan Operasi Khusus ke-2 Irak untuk menghancurkan pusat transit utama bagi militan ISIS yang bergerak dari Suriah dan gurun Jazeera ke Mosul, Makhmour, dan wilayah Kirkuk.

    Pada bulan Februari, Presiden Donald Trump mengatakan pasukan koalisi telah membebaskan hampir semua wilayah yang sebelumnya diduduki oleh ISIS di Suriah dan Irak.

    Namun elemen-elemen kelompok ISIS tetap aktif dan sejak itu telah dikaitkan dengan banyak insiden di Irak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.