Arab Saudi Mau Bangun Industri Militer Besar-besaran

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman saat melakukan kunjungan ke markas tentara Saudi sambil berbuka bersama di Najran, Arab Saudi, 29 Juni 2016. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS

    Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman saat melakukan kunjungan ke markas tentara Saudi sambil berbuka bersama di Najran, Arab Saudi, 29 Juni 2016. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada Ahad kemarin, Arab Saudi mulai menerima lisensi produksi untuk perusahaan industri militer, sebagai bagian dari rencana kerajaan melepas ketergantungan ekonomi minyak.

    Otoritas Umum untuk Industri Militer (GAMI) akan melisensikan perusahaan untuk memproduksi senjata api, amunisi, bahan peledak militer, peralatan militer, peralatan militer individu, dan elektronik militer, kantor berita pemerintah SPA melaporkan, dikutip Reuters, 9 September 2019.

    Gubernur GAMI Ahmed al-Ohali mengatakan langkah itu akan membuka pintu bagi investasi asing dan lokal di sektor ini.

    Investasi diperlukan untuk memenuhi reformasi yang diumumkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang menginginkan Riyadh untuk memproduksi atau merakit setengah dari peralatan pertahanannya secara lokal untuk menciptakan 40.000 lapangan kerja bagi orang Saudi pada tahun 2030.

    Arab Saudi adalah salah satu dari lima pembeli alat pertahanan terbesar di dunia.

    Sebelumnya pada 1 September kemarin, CEO Strategi dan Pengembangan Bisnis untuk Industri Militer Arab Saudi atau SAMI, Walid Abukhaled mengatakan, Arab Saudi akan menjadi negara pengekspor peralatan militer top di dunia.

    SAMI, menurut dia, ingin masuk dalam kelompok 25 perusahaan militer di dunia pada tahun 2030.

    Arab Saudi juga akan memenuhi permintaan perlengkapan militer untuk pasar domestik dalam jumlah besar.

    Arab News melaporkan, GAMI juga mengembangkan standar untuk industri militer, mengawasi pelaksanaannya bersama dengan pihak berwenang terkait dan mengidentifikasi lokasi yang cocok untuk mendirikan pabrik militer.

    Al Ohali mengatakan bahwa otoritas berusaha untuk mentransfer teknologi dan mengambil manfaat dari peluang manufaktur perusahaan dalam negeri Arab Saudi, sesuai dengan mekanisme yang memastikan pertumbuhan semua perusahaan industri militer dan mempromosikan sektor ini secara internal dan eksternal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.