Arkeolog Temukan Artefak Berusia 2.100 Tahun Mirip iPhone

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Arkeolog dari Rusia menemukan artefak mirip iPhone di sebuah pemakaman kuno berusia sekitar 2100 tahun. mirror.co.uk

    Tim Arkeolog dari Rusia menemukan artefak mirip iPhone di sebuah pemakaman kuno berusia sekitar 2100 tahun. mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Hunnu - Sebuah artefak berusia karbon sekitar 2.137 tahun, yang menyerupai ponsel genggam Iphone, telah digali dari kuburan seorang wanita muda di era Hunnu, Xiongnu, di kawasan pedesaan Rusia Selatan.

    Benda ini ditemukan setelah nekropolis Ala-Tey, sebuah reservoir dekat Bendungan Sayano- Shushenskaya, yang merupakan pembangkit listrik terbesar Rusia, dikeringkan.

    Benda yang diduga aksesoris ini terbuat dari sejenis batu berharga berwarna hitam, yang berhias batu-batu kecil di permukaannya.

    Para ahli mengatakan almarhum adalah seorang wanita muda modis, yang memakai batu itu sebagai kepala ikat gesper.

    "Pemakaman Natasha dengan iPhone era Hunnu tetap menjadi salah satu yang paling menarik di situs pemakaman ini,” kata salah seorang ahli seperti dilansir Mirror pada Ahad, 8 September 2019.

    Kepala sabuk milik perempuan itu merupakan satu-satunya kepala sabuk yang dihiasi dengan koin wuzhu Cina. Ini membantu para ahli untuk mengetahui usia batu ini, kata Dr Pavel Leus, yang memimpin tim arkeolog ini.

    Foto-foto aksesori menangkap warna pirus dan warna merah yang luar biasa.

    Gesper itu, berukuran sekitar tujuh kali tiga setengah inci, ditemukan di Atlantis necropolis yang biasanya tenggelam di dekat bendungan.

    Wilayahnya di Tuva, hamparan pedesaan yang indah di pegunungan tempat liburan yang sering dikunjungi oleh Vladimir Putin.

    Kuburan lain dari peradaban prasejarah yang berasal dari Zaman Perunggu hingga zaman Jenghis Khan juga terletak di daerah itu.

    Dr Marina Kilunovskaya dari Institut Budaya Sejarah Material St Petersburg, yang memimpin Ekspedisi Arkeologi Tuva, mengatakan,"Situs ini adalah sensasi ilmiah. Kami sangat beruntung telah menemukan penguburan perantau Hun kaya ini yang tidak terganggu oleh perampok makam (kuno)."

    Para ilmuwan mengakui bahwa mereka berpacu dengan waktu untuk memeriksa situs dan menyimpan harta artefak yang tak ternilai dari kerusakan air.

    MEIDYANA ADITAMA WINATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.