Banting Harga 1 Baju 200 Rupiah, Pembeli di Mall Ini Rusuh

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pusat perbelanjaan Stolitsa di Vladikavkaz, Rusia Barat Daya, turun harga menjadi 1p atau sekitar Rp200 per baju. Sumber: mirror.co.uk

    Pusat perbelanjaan Stolitsa di Vladikavkaz, Rusia Barat Daya, turun harga menjadi 1p atau sekitar Rp200 per baju. Sumber: mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat perbelanjaan atau mall Stolitsa di Vladikavkaz, wilayah barat daya Rusia banting harga. Satu baju dijual hanya 1 penny atau sekitar Rp200. Kondisi ini membuat mall tersebut diserbu ratusan pengunjung dan baju-baju tersebut terjual habis hanya dalam tempo lima menit.

    Seseorang merekam keadaan toko tersebut dan mengunggahnya ke media sosial yang sudah dilihat sebanyak 80.000 kali. Dalam rekaman itu terlihat hingar-bingar para pembeli, bahkan tidak sedikit yang saling merebut pakaian yang hendak dibeli dari pembeli lain. 

    Diskon besar-besaran itu dilakukan pada hari kerja. Kondisi ini pun memicu antrian panjang di luar toko bahkan sebelum pintu toko dibuka.

    Pusat perbelanjaan Stolitsa di Vladikavkaz, Rusia Barat Daya, turun harga menjadi 1p atau sekitar Rp200 per baju. sumber; mirror.co.uk/CEN

    Meskipun terjadi sejumlah kejadian yang membuat geleng-geleng kepala, namun pusat perbelanjaan Stolitsa berjanji untuk mengadakan penjualan serupa beberapa hari mendatang.

    Dalam salah satu rekaman terlihat seorang perempuan merebut pakaian dari tangan seorang perempuan lain ketika dia sedang berlutut di lantai. Rekaman video yang tersebar di media sosial itu ramai diperbincangkan.

    "Apakah Anda pikir ini perilaku normal?," tulis keterangan dalam video itu.

    Seorang pengguna media sosial dengan nama akun WordFullOfBeauty menulis kerumunan para pembeli itu sangat mengerikan.

    "Apakah ini suatu kehidupan atau hanya pendidikan yang buruk? Orang-orang membuang martabat mereka untuk secarik kain (pakaian)," tulisnya.

    Sementara akun dengan nama Bekoevalaura mengomentari kejadian di pusat perbelanjaan itu dengan menulis, "perilaku itu benar-benar tidak pantas. Adegannya sangat menjijikkan sehingga saya merasa malu."

    MIRROR MEIDYANA ADITAMA WINATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.