Tragis, Anak Ditaruh ke Atap Malah Hilang Ditelan Badai Dorian

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adrian Farrington berusaha menyelamatkan putranya ke atas atap agar tidak terseret banjir, namun tragis anaknya malah hilang ditelan badai Dorian.

    Adrian Farrington berusaha menyelamatkan putranya ke atas atap agar tidak terseret banjir, namun tragis anaknya malah hilang ditelan badai Dorian.

    TEMPO.CO, Jakarta - Keganasan badai Dorian memunculkan kisah tragis penduduk Bahama seperti dialami Adrian Farrington yang berjuang menyelamatkan anak laki-lakinya ke atas atap rumah agar tidak terseret banjir, malah hilang ditelan badai.

    Farrington, 38 tahun berjuang untuk menjaga putranya berusia 5 tahun ketika Badai Dorian menerjang rumah mereka di Pulau Abaco di Bahama barat laut.

    Mereka saling berpelukan dan mencari cara untuk menyelamatkan diri di tengah gelombang dan tumpukan puing yang mengambang.

    Setelah satu jam mengarungi air dengan kakinya yang patah, Farrington mengatakan kepada reporter Nassau, Guardian bahwa ia menggendong putranya dan meletakkannya di atas atap untuk melindunginya dari banjir dan bahaya yang mengincar di dalam air.

    Dia memohon agar putranya berhenti menangis dan terus bernafas.

    Namun, sebelum dia hendak naik ke atap untuk menyusul anaknya, hembusan angin topan menyeret anak itu. Itulah terakhir kalinya Adrian melihat putranya.

    “Saya masih ingat ketika dia hendak menggapai tangan saya dan memanggil saya ‘Ayah’,” ungkap Farrington kepada reporter di salah satu rumah sakit di Nassau, tempat di mana dia mendapatkan perawatan untuk kakinya yang patah itu.

    Ketika angin topan itu membawa putranya,  Farrington mendorong puing-puing dan bergegas ke sisi lain dekat atap, tempat di mana dia menghilang. Dia menyelam ke bawah air dan mencari putranya berharap bisa memegang tubuh atau pakaian anaknya, namun gagal.

    “Saya tidak menemukan apa-apa. Aku naik kembali untuk menarik nafas, lalu turun kembali untuk mencarinya,” katanya.

    “Orang membawa istri saya ke tempat yang aman dan mereka memanggil saya, tetapi saya tidak ingin pergi karena saya tidak ingin meninggalkan anak saya.”

    Setelah dia melakukan pencarian selama beberapa waktu, dia tidak mendapatkan tanda-tanda bahwa ia menemukan anaknya, lalu ia pindah ke tempat yang lebih tinggi.

    Farrington mengatakan dia berharap putranya ditemukan dalam keadaan bernyawa, tetapi dia takut hal yang tidak diinginkan terjadi.

    Kru penyelamat melakukan pencarian korban setelah badai Dorian menerjang Karibia dan dan menewaskan setidaknya 30 orang di Bahama.

    CNN MEIDYANA ADITAMA WINATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?