Menteri Keuangan Singapura Diproyeksi Gantikan PM Lee Hsien Loong

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Heng Swee Keat, Menteri Keuangan Singapura digadang-gadang sebagai calon perdana menteri Singapura yang baru. sumber: REUTERS/Feline Lim

    Heng Swee Keat, Menteri Keuangan Singapura digadang-gadang sebagai calon perdana menteri Singapura yang baru. sumber: REUTERS/Feline Lim

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Singapura, Heng Swee Keat, diproyeksi bakal menjadi calon pengganti Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, 67 tahun. Lee yang merupakan putra pendiri Singapura Lee Kuan Yew, disebut-sebut tidak akan lagi mencalonkan diri menjadi orang nomor satu Singapura dalam pemilu berikutnya.  

    Dikutip dari reuters.com, Kamis, 5 September 2019, atmosfir pemilu Singapura mulai terasa ketika Perdana Menteri Lee membentuk sebuah panel yang bertugas mengevaluasi batas-batas elektoral, yakni sebuah langkah insiatif yang membawa sinyalemen kalau pemilu tak lama lagi dilakukan.

    PM Singapura Lee Hsien Loong. REUTERS/Edgar Su

    Sejumlah analis memperkirakan pemilu Singapura kemungkinan bakal digelar dalam tempo enam bulan ke depan atau setelah Heng mengumumkan anggaran pada Februari 2020.  Heng, 57 tahun,  adalah mantan gubernur bank sentral Singapura dan anggota kepolisian. Jika Heng benar-benar terpilih menjadi orang nomor satu di Singapura, maka itu akan menjadi sebuah terobosan dimana jabatan Perdana Menteri dipegang bukan dari keluarga Lee.

    Singapura merdeka dari Malaysia pada 1965 dan keluarga Lee sudah berkuasa di sana selama 40 tahun. Saat ini masih belum ada konfirmasi resmi apakah Perdana Menteri Lee akan menarik diri seoenuhnya dari politik Singapura atau akan menahan diri dengan menjadi negarawan senior.

    “Dia (Heng) punya gaya yang sama (dengan Lee) dan bisa memberikan perubahan yang berkelanjutan. Para pemilih Singapura tampaknya akan menemukan keramahan Heng,” kata Eugene Tan, profesor bidang hukum dari Universitas Managemen Singapura.    

    Menurut Tan, Heng kemungkinan akan melanjutkan gaya kepemimpinan orang Singapura pada umumnya yang sangat berhati-hati, tidak memihak kepada publik mengenai masalah-masalah global seperti perang perdagangan Amerika Serikat - Cina dan dengan fokus pada sektor ekonomi serta investasi.

    Sebelumnya namanya diproyeksi menjadi pengganti Perdana Menteri Lee, Heng pada April 2019 dipromosikan menjadi Wakil Perdana Menteri Singapura sehingga menempatkannya hampir sejajar dengan Lee yang siap mengambil alih tugas-tugas Lee sebagai pemimpin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.