Aktivis Hong Kong Layangkan Surat ke Angela Merkel Minta Bantuan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sup Solyanka [360b/Fanfo/Shutterstock]

    Sup Solyanka [360b/Fanfo/Shutterstock]

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis yang memimpin gerakan demokrasi Hong Kong, Joshua Wong menulis surat terbuka kepada Kanselir Jerman Angela Merkel untuk meminta bantuan menyampaikan keprihatinan mereka kepada pemimpin Cina.

    Surat terbuka Orang Kelompok Peduli Hong Kong di Jerman, Fron HAM Sipil dan aktivis Joephy Wong Sze-ting, Wong, dan Alice Yu Ka hei, dibuat sebelum Merkel berkunjung ke Cina selama tiga hari ditemani oleh delegasi bisnis Jerman. Merkel tiba di Beijing pada 5 September 2019.

    “Kanselir Merkel, Anda dibesarkan di Republik Demokratik Jerman (GDR). Anda memiliki pengalaman langsung tentang teror dari pemerintahan diktatorial,” tulis Wong dalam surat terbukanya, seperti dilansir CNN.

    Wong menambahkan Jerman berani berdiri di garis depan perjuangan melawan otoritarianisme selama tahun 80an.

    Surat itu kemudian mendesak Merkel untuk mendukung para pengunjuk rasa Hong Kong dengan mengatakan: "Kami harap Anda menunjukkan keberanian dan tekad terhadap rezim ketidakadilan otoriter yang mengilhami Jerman dan Eropa sebelum akhir Perang Dingin dan yang ditunjukkan Eropa hari ini."

    Ini juga memperingatkan Merkel agar tidak merencanakan hubungan ekonomi yang terlalu bersahabat dengan Beijing.

    "Jerman harus berjaga-jaga untuk melakukan bisnis dengan Cina, karena Cina tidak mematuhi hukum internasional dan telah berulang kali melanggar janjinya."

    Protes di Hong Kong selama beberapa bulan terakhir telah berkembang menjadi krisis politik terbesar di pusat keuangan Asia sejak penyerahannya pada 1997 dari Inggris ke Cina.

    CNN DW.COM MEIDYANA ADITAMA WINATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.