Xi Jinping Sebut Hong Kong, Macau, Taiwan Resiko dan Tantangan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam bertemu Presiden Cina Xi Jinping pada April 2017. [SOUTH CHINA MORNING POST]

    Pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam bertemu Presiden Cina Xi Jinping pada April 2017. [SOUTH CHINA MORNING POST]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Xi Jinping mengatakan Hong Kong, Macau, dan Taiwan sebagai resiko dan tantangan besar yang harus diperjuangkan oleh anggota Partai Komunis Cina.

    Xi yang berbicara di hadapan para pejabat dan pejabat muda saat membuka program pelatihan untuk pejabat muda usia di Sekolah Partai Komunis Cina, 3 September 2019, menyebut sejumlah tantangan yang dihadapi Cina terkait dengan ekonomi global dan tantangan strategis termasuk perang dagang dengan Amerika Serikat, menurut South China Morning Post.

    "Kader harus waspada terhadap angin perubahan. Mereka pasti tahu seekor rusa yang melewati rerumputan dan dedaunan, mereka harus tahu harimau datang dengan merasakan angin, mereka harus tahu musim gugur tiba dengan warna daun," kata Xi.

    Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cina ini mendesak para pejabat untuk mempersiapkan diri mereka sehingga mereka dapat memenangkan pertarungan dan menghadapi tantangan terhadap Partai Komunis yang berkuasa, kedaulatan nasional dan tujuan peremajaan nasional Cina.

    Begitupun, Xi juga menekankan agar kader-kader partai harus menjadi master dalam seni bertarung dan belajar untuk fleksibel.

    Xinhua mengutip pidato Presiden Xi Jinping yang mengingatkan para pejabat sekaligus kader Partai Komunis Cina tentang peluang yang dimenangkan sejarah dengan susah payah dan serangkaian resiko besar dan ujian yang dihadapi negara.

    Presiden Xi menyerukan tekad untuk memerangi dan mengatasi resiko atau tantangan apapun yang membahayakan kepemimpinan dan sistem sosial, mengganggu kedaulatan Cina, keamanan dan kepentingan pembangunan, membahayakan kepentingan utama dan fundamental negara dan rakyat, atau menghambat realisasi dua tujuan seratus tahun dan impian Cina untuk peremajaan nasional.

    South China Morning Post menyebut pidato presiden Xi Jinping muncul pada malam menjelang pengumuman oleh Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam Cheng Yuet-ngor bahwa ia akan secara resmi menarik RUU ekstradisi untuk tidak dibahas setelah RUU itu memicu gelombang protes anti-pemerintah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.