Pejabat AS Tuduh Cina Mencontek F-35 untuk Buat Pesawat Siluman

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tempur siluman FC031 Cina dalam penerbangan uji coba pada bulan November 2014.[Xinhua/SCMP]

    Pesawat tempur siluman FC031 Cina dalam penerbangan uji coba pada bulan November 2014.[Xinhua/SCMP]

    TEMPO.CO, Jakarta - Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton menuduh Cina mencuri teknologi Amerika untuk membuat pesawat tempur siluman persis seperti F-35, yang dibantah oleh Beijing.

    Pekan lalu ketika berkunjung ke Ukraina, John Bolton mengatakan pesawat tempur generasi kelima milik Cina yang belum dinamai, terlihat seperti F-35.

    "Terlihat sangat mirip dengan F-35, karena itu adalah F-35. Mereka mencurinya," kata Bolton.

    Menurut laporan South China Morning Post, 3 Agustus 2019, Cina hanya memiliki pesawat tempur siluman yakni J-20 atau yang berjuluk Mighty Dragon. J-20 terlihat sangat berbeda dengan F-35 karena memiliki dua lubang hidung yang tidak ditemukan pada pesawat tempur modern AS, serta lebih besar dan sekitar 50 persen lebih berat.

    Namun ternyata Cina memiliki pesawat tempur siluman lain yang masih dalam tahap prototipe, yakni Shenyang FC-31 Gyrfalcon.

    FC-31 dibuat oleh Shenyang Aircraft Design and Research Institute, anak perusahaan dari perusahaan negara Aviation Industry Corporation of China.

    Pesawat, yang melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2012, memiliki spesifikasi yang mirip dengan F-35 meskipun memiliki mesin kembar daripada mesin tunggal jet Amerika.

    Pesawat tempur siluman Lockheed Martin F-35B mendarat di atas kapal induk serbu amfibi USS di perairan pulau paling selatan Jepang Okinawa 23 Maret 2018. F-35B mampu melaju dengan kecepatan maksimum Mach 1.67 atau 2.065 km per jam. REUTERS/Issei Kato

    Pesawat tempur Cina itu memiliki berat lepas landas maksimum 25 ton, jarak tempur 1.200 km dan kecepatan tertinggi Mach 1.8, atau 2.205 km/jam. Sedangkan berat lepas landas pesawat tempur AS bervariasi antara 27 dan 32 ton, memiliki kecepatan tertinggi Mach 1,6 dan jangkauan hingga 2.200 km.

    FC-31 memiliki muatan senjata 8 ton, dibandingkan dengan 6,8 hingga 8,1 ton untuk berbagai varian F-35, dan masa pakai hingga 30 tahun.

    Lockheed Martin, produsen pesawat tempur F-35, telah menghasilkan tiga varian berbeda, yakni F-35A berbasis darat dan dua untuk digunakan di kapal; F-35B yang mampu lepas landas secara vertikal F-35B; dan F-35C yang memiliki sistem lepas landas ketapel.

    Sementara jet Cina terutama dirancang untuk penggunaan angkatan udara, bobotnya yang ringan juga berarti dapat disesuaikan untuk digunakan pada kapal induk.

    Pesawat FC-31 dilaporkan akan mengisi skuadron kapal induk generasi berikutnya, tetapi sumber-sumber militer baru-baru ini mengatakan FC-31 akan tertinggal jauh dari J-20 karena lambatnya perkembangan dan laporan masalah teknologi.

    Namun produsen FC-31 sudah aktif memasarkannya ke negara lain dan model pesawat muncul di Paris Air Show pada Juni.

    Salah satu keunggulan pesawat itu dibanding pesawat dari Amerika adalah harga. Harga satu FC-31 diperkirakan sekitar US$ 70 juta (Rp 996 miliar), jauh lebih rendah dari F-35 yang memiliki banderol sekitar US$ 100 juta atau Rp 1,42 triliun per unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.