Partai Buruh Inggris Akan Mencegah Brexit Tanpa Kesepakatan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jeremy Corbyn, pemimpin Partai Buruh, berbicara tentang Brexit di Wakefield, Inggris, 10 Januari 2019. [REUTERS / Phil Noble]

    Jeremy Corbyn, pemimpin Partai Buruh, berbicara tentang Brexit di Wakefield, Inggris, 10 Januari 2019. [REUTERS / Phil Noble]

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Buruh Inggris akan mengupayakan segala opsi untuk mencegah Brexit tanpa kesepakatan setelah parlemen Inggris kembali dari reses pada Selasa.

    Dikutip dari Reuters, 2 September 2019, Ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn pada Senin mengatakan, anggota parlemen yang menentang kemungkinan Inggris meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober tanpa kesepakatan sedang menyusun rencana untuk mencoba membuat undang-undang yang memaksa Perdana Menteri Boris Johnson untuk mengesampingkan keluarnya kesepakatan.

    Johnson mengatakan upayanya untuk mencapai kesepakatan baru dengan Uni Eropa akan terhambat oleh segala upaya di Westminster untuk memblokir Brexit yang tidak ada kesepakatan.

    Dia membatasi fleksibilitas anggota parlemen dengan menunda parlemen sekitar sebulan sebelum batas waktu Brexit.

    Corbyn akan mengatakan langkah Johnson untuk menutup parlemen adalah "serangan terhadap demokrasi yang akan dilawan", menurut kutipan pidato yang akan ia buat di Salford, Inggris utara.

    "(Pada hari Senin) kabinet bayangan akan bertemu untuk menyelesaikan rencana kami untuk menghentikan bencana No Deal sebelum kembalinya parlemen (pada hari Selasa)," katanya, merujuk pada pertemuan tokoh-tokoh senior Partai Buruh.

    Johnson mengatakan kepada Sunday Times bahwa pilihan untuk anggota parlemen adalah untuk memihak Corbyn, yang ingin menjerumuskan Inggris ke dalam kekacauan.

    Corbyn, bagaimanapun, akan mengatakan pertempuran untuk menghentikan Brexit tanpa kesepakatan bukanlah perjuangan antara mereka yang ingin meninggalkan Uni Eropa dan mereka yang ingin tinggal.

    "Ini adalah pertempuran banyak orang melawan segelintir orang yang membajak hasil referendum untuk menggeser lebih banyak kekuatan dan kekayaan ke arah mereka yang berada di puncak," katanya.

    Ratu Elizabeth menyambut Boris Johnson selama audiensi di Istana Buckingham, di mana ia akan secara resmi mengakuinya sebagai perdana menteri baru, di London, 24 Juli 2019. [Victoria Jones / Pool via REUTERS]

    Partai Buruh mengklaim ancaman Brexit tanpa kesepakatan menambah kerusakan yang telah terjadi pada industri oleh masa sembilan tahun pemerintah Konservatif.

    Pemerintah mengatakan Corbyn hanya menawarkan lebih banyak penundaan dan ketidakpastian.

    "Hanya Boris Johnson dan Konservatif yang dapat menyediakan kepemimpinan yang dibutuhkan Inggris, meninggalkan UE pada tanggal 31 Oktober, apa pun kondisinya, dan memberikan perubahan yang rakyat Inggris pilih," kata Wakil Ketua Partai Konservatif Paul Scully.

    Juru bicara Partai Buruh untuk Brexit Keir Starmer mengatakan pada hari Minggu rencana partai, yang akan diterbitkan pada hari Selasa, memiliki satu tujuan, yakni untuk menghentikan Johnson membawa Inggris keluar dari UE tanpa kesepakatan, jika perlu dengan memaksanya untuk memperpanjang batas waktu Brexit lagi.

    Sekitar puluhan anggota parlemen dari Konservatif Johnson dapat mendukung inisiatif Partai Buruh, kata mantan menteri Rory Stewart epada Sky News pada Minggu.

    Boris Johnson akan bertemu dengan beberapa oposisi pada hari Senin untuk membahas upayanya dalam mengamankan kesepakatan Brexit, kata mantan menteri lainnya, David Gauke, pada hari Minggu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.