Paus Fransiskus Terjebak Dalam Lift 25 Menit

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus memegang Alkitab saat memimpin doa dalam misa malam Paskah di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Sabtu malam, 20 April 2019. Paskah ini merupakan Paskah ke-7 bagi Paus Fransiskus sejak ditetapkan menjadi pemimpin Katolik sedunia. REUTERS/Remo Casilli

    Paus Fransiskus memegang Alkitab saat memimpin doa dalam misa malam Paskah di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Sabtu malam, 20 April 2019. Paskah ini merupakan Paskah ke-7 bagi Paus Fransiskus sejak ditetapkan menjadi pemimpin Katolik sedunia. REUTERS/Remo Casilli

    TEMPO.CO, Jakarta - Paus Fransiskus terjebak di dalam sebuah lift yang ada di Vatikan selama 25 menit. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk membebaskan Paus dari lif yang mendadak tak berfungsi itu.

    Dikutip dari reuters.com, Minggu, 1 September 2019, akibat kejadian ini, Paus Fransiskus terlambat menyampaikan khutbah di gereja St. Peter pada Minggu, 1 September 2019. Dia meminta maaf pada jamaah atas keterlambatan 10 menit.

    “Saya harus meminta maaf pada Anda semua,” kata Paus Fransiskus, sebelum memulai khutbahnya.

    Paus Fransiskus memimpin doa dalam acara Jumat Agung yang berfokus pada penderitaan Yesus sebelum penyalibannya di Basilika Santo Petrus di Vatikan, 19 April 2019. REUTERS/Remo Casilli

    Paus Fransiskus menjelaskan ada sebuah masalah listrik di Vatikan sehingga membuatnya terjebak di dalam lift. Dia berhasil dikeluarkan oleh bantuan petugas pemadam kebakaran.     

    “Mohon berikan tepuk tangan kepada pasukan pemadam kebakaran,” kata Paus Fransiskus kepada jamaah yang telah menantinya.

    Disela-sela khutbahnya itu, Paus Fransiskus juga mengumumkan akan mengangkat 13 uskup Katolik Roma untuk menduduki posisi sebagai kardinal pada bulan depan, termasuk pemilihan 10 kardinal yang berusia di bawah 80 tahun. Para kardinal yang terpilih itu nantinya akan melakukan konklaf untuk memilih pengganti Paus Fransiskus.

    Diantara para calon kardinal itu berasal dari Indonesia, Kuba, Luksemburg, Maroko dan Republik Demokratik Kongo. Paus Fransiskus mengatakan seremoni pengesahan para kardinal ini atau yang disebut dengan nama konsistori akan dilakukan pada 5 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.