Tubuh Jadi Penuh Rambut, Perusahaan Farmasi di Spanyol Digugat

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang tua di Spanyol akan menuntut sebuah perusahaan farmasi karena efek samping obat yang dikonsumsi anak-anak mereka. Sumber: english.alarabiya.net/AP

    Sejumlah orang tua di Spanyol akan menuntut sebuah perusahaan farmasi karena efek samping obat yang dikonsumsi anak-anak mereka. Sumber: english.alarabiya.net/AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah orang tua bayi dan balita di Spanyol akan menggugat sebuah perusahaan obat karena efek samping obat yang ditimbulkan. Anak-anak yang mengkonsumsi obat tersebut mengalami pertumbuhan rambut di tubuh yang tidak normal atau tubuh menjadi penuh rambut.

    Dikutip dari english.alarabiya.net, Minggu, 1 September 2019,  otoritas kesehatan Spanyol sudah menyalahkan Farma-Química Sur, sebuah perusahaan farmasi di Malanga, Spanyol yang meracik obat Minoxidil. Obat ini ditujukan untuk mengobati kerontokan rambut dan kondisi lainnya.

    Putri Savita yang baru berusia 21 hari ini ditumbuhi dengan bulu lebat di sekujur tubuhnya karena menderita kelainan sindrom manusia serigala yang diturunkan dari kakeknya. Dailymail.co.uk

    Kementerian Kesehatan Spanyol mengatakan setidaknya 20 anak usia hitungan minggu sampai dua tahu telah terinfeksi. Seorang ibu dari bayi laki-laki berusia 10 bulan pada Sabtu, 31 Agustus 2019, mengatakan keluarganya sedang mempersiapkan sebuah gugatan hukum untuk melawan Farma-Química Sur. Perusahaan itu sekarang sudah ditutup hingga proses pembuktian selesai dilakukan.  

    Sebelumnya situs mirror mewartakan ada sekitar 16 anak di Spanyol mengalami sindrom manusia serigala setelah terkontaminasi obat omeprazole yang dikonsumsi. Obat omeprazole yang dikonsumsi anak-anak yang berbentuk obat bubuk (racikan) rupanya dicampur dengan Minoxidil, yaitu jenis obat yang bisa mendorong pertumbuhan rambut pada pasien alopecia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.