Kanselir Angela Merkel Beri Sinyal Ingin Jadi Akademisi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanselir Jerman, Angela Markel, kanan. sumber: Reuters/english.alarabiya.net

    Kanselir Jerman, Angela Markel, kanan. sumber: Reuters/english.alarabiya.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanselir Jerman, Angela Merkel, pada Sabtu, 31 Agustus 2019, memberikan sinyalemen akan kemungkinan kembali ke dunia pendidikan setelah masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Jerman berakhir pada tahun 2021.  

    “Semua universitas yang pernah memberikan saya gelar kehormatan akan mendengarkan saya lagi ketika saya tidak lagi menjadi kanselir,” kata Merkel, dalam pidatonya saat menerima gelar kehormatan dari Sekolah Manajemen HHL Leipzig, seperti dikutip dari english.alarabiya.net.

    Angela Merkel.[Global Look Press / Michael Kappeler via RT.com]

    Merkel adalah seorang mantan fisikawan. Dia telah menjadi kanselir Jerman sejak 2005.

    Dia di proyeksi tidak akan memperpanjang masa jabatan sebagai kanselir Jerman. Dia pun kemungkinan bakal dicalonkan sebagai Kepala Bank Sentral Eropa.

    “Saya akan kembali (ke bidang akademisi) dan akan berada lebih lama, tidak seperti hari ini saya hanya sebentar ke sini,” kata Merkel, yang disambut tawa oleh para undangan.

    Merkel sering dianggap sebagai kepala negara Eropa yang paling berpengaruh, kehadiran di ranah internasional telah ia bangun di atas kesuksesan domestiknya. Dia dikenal dengan kebijakannya yang mengizinkan ratusan ribu pencari suaka untuk masuk Jerman ketika krisis pengungsi Eropa pada tahun 2015.

    Kebijakan ini menuai kritikan pedas dan ditentang oleh beberapa pihak. Namun kritik semacam itu terbukti tidak mempengaruhi kemenangan Merkel dan partainya di pemilu federal Jerman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.