Penembakan di Texas Terjadi 4 Pekan Setelah Penembakan di El Paso

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Patrick Crusius menjadi tersangka penembakan massal di Walmart, El Paso, Texas, pada Sabtu, 3 Agustus 2019. Dailysunpost

    Patrick Crusius menjadi tersangka penembakan massal di Walmart, El Paso, Texas, pada Sabtu, 3 Agustus 2019. Dailysunpost

    TEMPO.CO, JakartaPenembakan di kompleks bioskop multipleks di Odessa, Texas, Amerika Serikat pada Sabtu sore terjadi 4 pekan setelah penembakan El Paso yang brutal hingga menewaskan 22 orang.

    Menurut laporan CNN, kedua penembakan ini terjadi di dua tempat terpisah di kota Texas. Odessa berjarak sekitar 285 mil dari El Paso.

    Jika penembakan di El Paso pada 3 Agustus 2019 disebut dilatari kebencian terhadap para imigran di AS, untuk penembakan massal di Odessa belum diketahui pasti apa motif dari penembakan ini.

    Namun, CNN melaporkan, penembakan di wilayah Odessa itu terjadi sehari sebelum sejumlah peraturan tentang pembatasan larangan pemakaian senjata diberlakukan pada 1 September 2019.

    Pengetatan penggunaan senjata di masyarakat diatur dalam 6 undang-undang yang dikeluarkan parlemen Texas untuk resmi diberlakukan mulai hari ini, 1 September 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.