Bocah Malaysia Coba Kabur dari Rumah, Viral di Facebook

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bocah Malaysia terekam viral karena mencoba kabur dari rumah. Asia One

    Bocah Malaysia terekam viral karena mencoba kabur dari rumah. Asia One

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Sebuah video bocah Malaysia yang diunggah sebuah akun pribadi yang bernama Siakep Keli Press menjadi viral di Facebook.

    Video itu menunjukkan seorang bocah Malaysia merajuk dan memutuskan untuk meninggalkan rumahnya.

    Rekaman video itu menunjukkan bocah Malaysia itu berjalan dengan susah payah sambil membawa ransel yang tampak berat di pundaknya. Dia juga menenteng sebuah tenda kecil yang bisa dilipat terselip di bawah lengan kirinya.

    Rekaman video itu juga memperlihatkan seseorang, yang mungkin adalah anggota keluarganya mengikuti anak tersebut dengan sepeda motor sambil merekam dengan ponselnya. Dia memanggil anak itu beberapa kali dengan mengatakan, seperti dilansir Asia One pada Kamis, 29 Agustus 2019, “Saudaraku, kamu mau kemana?”

    Namun, anak laki-laki itu terus saja berjalan ke depan tanpa menghiraukan saudaranya, yang berupaya membujuknya untuk kembali pulang ke rumah, dan sesekali menatap saudaranya dengan tatapan yang tajam.

    Ini mengingatkan kita pada acara televisi Tom and Jerry, di mana salah satu dari mereka akan merajuk dengan membawa barang-barang mereka yang paling berharga dan dibungkus dengan handuk dan diikat ke tongkat.

    Sementara kita pada masa kecil mungkin hanya teringat untuk mengemasi makanan ringan favorit dan bantal kesayangan. Berbeda dengan anak laki-laki di video yang berpikir lebih panjang dengan membawa perlengkapan yang cukup banyak. Dia seolah-olah akan pergi jauh dan tidak ingin kembali ke rumah.

    Saat ini belum diketahui dengan pasti apakah anak lelaki Malaysia itu berhasil pulang atau memutuskan untuk benar-benar pergi dari rumah.

    MEIDYANA ADTAMA WINATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.