Tokyo Kota Teraman di Dunia, Bagaimana dengan Jakarta?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejalan kaki berjalan di persimpangan di distrik perbelanjaan Shibuya, yang disebut sebagai persimpangan Shibuya, di Tokyo, Jepang, 10 [Oktober 2018. REUTERS / Kim Kyung-Hoon]

    Pejalan kaki berjalan di persimpangan di distrik perbelanjaan Shibuya, yang disebut sebagai persimpangan Shibuya, di Tokyo, Jepang, 10 [Oktober 2018. REUTERS / Kim Kyung-Hoon]

    TEMPO.CO, Jakarta - Hong Kong merosot drastis sebagai kota teraman di dunia, sementara Tokyo, disusul Singapura dan Osaka, menjadi kota teraman di dunia dalam laporan Safe Cities Index 2019.

    Menurut Economist Intelligence Unit (EIU) dari The Economist yang telah melakukan penilaian ketiga kali berdasarkan keselamatan dan ketahanan perkotaan, peringkat Hong Kong jatuh ke posisi 20 setelah bertengger di posisi 11 pada 2015, dan kesembilan pada 2017.

    Sementara kota Asia lain seperti Beijing berada di posisi 31. Kota Jakarta menempati peringkat 53 mengekor satu posisi dari New Delhi di peringkat 52, dan Kuala Lumpur bertengger di peringkat 35.

    Pada Safe Cities Index 2017, Jakarta menempati posisi 57, dan pada tahun 2015 menempati posisi 50.

    Sementara dari lima besar peringkat Safe Cities Index 2019, hanya Amsterdam yang berasal dari Eropa dan ada di peringkat empat, sementara Sydney menyusul di posisi lima.

    Dikutip dari South China Morning Post, 30 Agustus 2019, dalam Safe Cities Index 2019 yang dirilis pada hari Kamis, 60 kota dari lima benua dinilai berdasarkan empat faktor: digital, infrastruktur, kesehatan dan keamanan pribadi.

    Di keempat kategori, ada 57 indikator yang dievaluasi termasuk 10 indikator baru yang menekankan ketahanan lingkungan. Data dikumpulkan dari Februari hingga April tahun ini.

    "Penelitian kami menunjukkan sejumlah elemen kunci, termasuk perencanaan bersama oleh semua pemangku kepentingan terkait, baik pemerintah maupun non-pemerintah, untuk bersiap menghadapi guncangan; pemahaman baru tentang infrastruktur yang menggunakan aset alam kota sebagai alat untuk meningkatkan kemampuannya menyerap guncangan; dan pentingnya mempromosikan keterhubungan sosial di antara warga dalam menciptakan komunitas yang akan bekerja bersama dalam krisis," kata laporan EIU.

    Jakarta dalam kategori keamanan digital menempati posisi 55, dalam kategori kesehatan posisi 53, infrastruktur 49, dan keamanan individu di posisi 43.

    Secara umum, kota-kota berperingkat tertinggi menyediakan akses ke perawatan kesehatan berkualitas tinggi dan telah mendedikasikan tim cybersecurity, patroli polisi berbasis masyarakat dan perencanaan kesinambungan bencana.

    "Penelitian ini menyoroti bagaimana berbagai jenis keselamatan saling terkait ... jarang menemukan kota dengan hasil yang sangat baik dalam satu pilar keselamatan dan tertinggal di yang lain," kata Naka Kondo, editor senior EIU.

    Peringkat Hong Kong untuk keamanan infrastruktur juga menderita selama evaluasi kemampuannya untuk mengelola perubahan iklim dan risiko bencana.

    Untuk keamanan kesehatan, Hong Kong berada di peringkat ke-27 tetapi masih mendapat skor bagus untuk keamanan pribadi, peringkat ketiga.

    EIU mengatakan perbandingan langsung tahun-ke-tahun tidak mungkin karena lebih banyak indikator diperkenalkan tahun ini. Namun data yang digunakan untuk indeks kota teraman di dunia tahun ini tidak memperhitungkan protes di Hong Kong.

    Singapura menetapkan tolok ukur untuk infrastruktur dan keamanan pribadi, tetapi Tokyo dan Osaka masing-masing menjadi pelari terdepan dalam keamanan digital dan kesehatan sehingga Tokyo didaulat sebagai kota teraman di dunia versi Safe Cities Index 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.