Viral Vladimir Putin Traktir Erdogan Es Krim Rusia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin membelikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan es krim Rusia saat acara MAKS 2019.[Sputnik]

    Presiden Rusia Vladimir Putin membelikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan es krim Rusia saat acara MAKS 2019.[Sputnik]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin membelikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beserta rombongan dengan es krim khas Rusia di Moscow International Aviation and Space Salon (MAKS 2019).

    Pada Selasa kemarin, Keduanya beristirahat setelah melihat-lihat mesin terbang di MAKS 2019. Mereka akhirnya mampir di toko es krim dekat Bandara Internasional Zhukovsky ketika udara cukup panas.

    Ketika seorang kasir memberi tahu total harganya 210 rubel atau sekitar Rp 45 ribu, keduanya berdebat siapa yang akan membayar.

    "Apakah Anda akan membayar saya juga?" tanya Erdogan.

    "Ya, tentu saja saya akan membayar," balas Putin. "Anda kan tamu kami."

    Putin memberi perempuan itu 5.000 rubel atau sekitar Rp 1 juta kepada kasir, mengatakan kembaliannya untuk membayar es krim rombongan Erdogan.

    Vladimir Putin sempat bercanda bahwa kembaliannya harus diberikan kepada Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia untuk pengembangan penerbangan, dikutip dari Sputnik.

    Membeli es krim di MAKS menjadi semacam tradisi bagi Putin, yang sebelumnya juga dilakukannya pada 2017.

    Rupanya Vladimir Putin menggunakan es krim sebagai senjata diplomatik rahasia dan hal ini bukanlah taktik baru.

    Sebelum musim panas ini, Vladimir Putin juga menghadiahkan Presiden Cina Xi Jinping sekotak es krim Rusia untuk ulang tahunnya.

    Vladimir Putin tahu Xi Jinping menyukai es krim Rusia, setelah dia mengatakan kepada media pada pada 2016 setiap kali dia berkunjung ke Rusia.

    MEIDYANA ADITAMA WINATA | RT.COM | SPUTNIK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.