Apple Terkena Dampak Perang Dagang Amerika dan Cina

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung antre untuk masuk dan mencoba produk Apple di toko barunya di Pinghai Road, Hangzhou, provinsi Zhejiang, Cina, 24 Januari 2015. ChinaFotoPress/Getty Images

    Pengunjung antre untuk masuk dan mencoba produk Apple di toko barunya di Pinghai Road, Hangzhou, provinsi Zhejiang, Cina, 24 Januari 2015. ChinaFotoPress/Getty Images

    TEMPO.COSan Fransisco – Perusahaan Apple memiliki ketergantungan suplai komponen cukup besar kepada perusahaan Cina untuk produk digital yang dibuatnya di tengah perang dagang yang sedang terjadi.

    Padahal, perusahaan yang berbasis di San Fransisco ini telah berusaha melakukan diversifikasi sumber komponen dengan membeli dari India dan Brasil.

    Ini membuat perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs itu bisa terkena dampak dari kenaikan tarif yang dikenakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kepada produk impor asal negeri Tirai Bambu.

    “Apple menghadapi kenaikan pajak impor 15 persen oleh pemerintahan Trump untuk produk utama dibuat di Cina seperti jam tangan pintar dan headphone nirkable pada 1 September,” begitu dilansir Reuters pada Kamis, 29 Agustus 2019.

    Presiden AS ini juga bakal mengenakan kenaikan tarif untuk impor produk iPhone dari negeri Tirai Bambu pada 15 Desember 2019.

    Apple merupakan salah satu perusahaan asal Amerika yang memiliki keterikatan kuat dengan negeri Tirai Bambu, yang merupakan ekonomi terbesar Asia.

    Perusahaan ini membuat kontrak dengan pabrikan Hon Hai Precision Industry Co Ltd’s Foxcon, Pegatron Corp, Wistron Corp, dan lainnya yang mempekerjakan ratusan ribu orang untuk merakit produk Apple.

    Beberapa tahun belakangan ini, kontrak perusahaan ini dengan pabrikan melebar ke negara lain seperti India. Ada tiga pabrikan baru di India untuk merakit produk digital. Salah satunya dimiliki oleh Foxconn, yang bakal memproduksi model iPhone X.

    AS dan Cina terlibat perang dagang sejak Juli 2018 dengan menaikkan tarif impor dari masing-masing negara. Baru-baru ini, Beijing memutuskan menaikkan tarif impor untuk US$75 miliar atau Rp1.000 triliun produk asal AS. Trump membalas dengan menaikkan tarif impor untuk US$550 miliar atau sekitar Rp7.800 triliun produk asal negeri Tirai Bambu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.