Kerja Sama Dagang Indonesia dengan Negara Teluk Naik 40 Persen

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi saat menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Gulf Cooperation Council of the Arab States (GCC), Dr. Abdul Latif bin Rashid Al-Zayani di Jakarta. Sumber: dokumen Kementerian Luar Negeri RI

    Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi saat menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Gulf Cooperation Council of the Arab States (GCC), Dr. Abdul Latif bin Rashid Al-Zayani di Jakarta. Sumber: dokumen Kementerian Luar Negeri RI

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi menerima kunjungan Sekjen Dewan Kerja Sama Negara-negara Teluk atau GCC AbdulLatif bin Rashid Al-Zayani di Jakarta, Rabu, 28 Agustus 2019. Menurut Retno, Indonesia dan Negara Teluk adalah mitra strategis dalam perdamaian dan kemakmuran.

    Dalam pertemuan ini, Indonesia dan GCC menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Mekanisme Konsultasi antara Pemerintah RI dan Sekretariat GCC di Jakarta. Penandatangan MoU disaksikan pula oleh 6 Duta Besar negara-negara Teluk. Al-Zayani berada di Indonesia pada 27 – 30 Agustus 2019.

    “Penandatangan kesepakatan pembentukan mekanisme konsultasi Indonesia dan negara-negara Teluk menandai era baru kemitraan Indonesia dan Negara Teluk,” kata Menlu Retno.

    Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi saat menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Gulf Cooperation Council of the Arab States (GCC), Dr. Abdul Latif bin Rashid Al-Zayani di Jakarta. Sumber: dokumen Kementerian Luar Negeri RI

    Kemitraan Indonesia dan Negara Teluk terus berkembang. Dalam 2 tahun terakhir terjadi peningkatan perdagangan Indonesia dan negara teluk sebesar 40 persen dari USD 8,68 miliar pada 2016 menjadi USD 12,15 miliar pada 2018.

    Di saat yang sama, total investasi negara Teluk di Indonesia meningkat 26 persen dari USD 60,3 juta pada 2016 menjadi USD 76,1 juta pada 2018.

    “Meskipun terjadi peningkatan kerja sama ekonomi, masih terdapat ruang yang besar untuk meningkatkan kerja sama Indonesia dan Negara Teluk untuk kesejahteraan rakyat kedua negara” sebut Menlu Retno.

    Dalam kesempatan tersebut, Menlu RI membahas kemungkinan pembentukan pengaturan kerangka kemitraan ekonomi Indonesia-GCC termasuk menjajagi kemungkinan FTA dengan GCC. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan akses perdagangan, penurunan hambatan kerja sama ekonomi, dan pada akhirnya dapat mendorong peningkatan investasi langsung negara-negara Teluk di Indonesia.

    Delegasi Sekretariat GCC juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan BKPM dan Kementerian Perdagangan pada 29 Agustus 2019, untuk membahas sejumlah rencana aktivitas kerja sama yang untuk disepakati dalam sebuah Joint Plan of Action (JPoA) antara Indonesia dan GCC. JPoA tersebut akan melengkapi MoU yang telah ditandatangani dengan aspek-aspek kerja sama konkrit yang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dan negara-negara GCC.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.