Polisi Gunakan Water Cannon karena Demonstran Hong Kong Anarkis?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.COHong Kong – Polisi Hong Kong mengatakan terpaksa menggunakan semprotan water cannon dan melakukan tembakan peringatan untuk menghalau demonstran anarkis.

    Ini terjadi saat unjuk rasa pada akhir pekan kemarin, yang berakhir rusuh.

    Polisi mengatakan terjadi tindak kekerasan di distrik Tsuen Wan pada Ahad pekan lalu. Distrik ini terletak sekitar 10 kilometer dari pusat kota Hong Kong. Bentrok fisik yang terjadi saat itu merupakan salah satu yang terburuk dalam unjuk rasa selama 12 pekan terakhir.

    “Satu petugas melakukan tembakan peringatan ke udara,” kata Mak Chin-ho, asisten kepala Polisi seperti dilansir Senin, 27 Agustus 2019.

    Menurut Mak, sekelompok polisi sempat terkepung oleh sejumlah demonstran yang membawa batu dan senjata lain.

    Satu polisi jatuh setelah terkena pukulan dari seorang demonstran, yang dituding berusaha membunuh. Tembakan peringatan dilakukan untuk menghalau pelaku. Ini merupakan tembakan pertama polisi selama menangani unjuk rasa di Hong Kong.

    Sebanyak 21 petugas terluka akibat bentrok fisik ini. Sebanyak 86 demonstran ditangkap termasuk seorang bocah berusia 12 tahun karena memiliki senjata dan menyerang polisi.

    “Semangat permusuhan antara gerakan dan polisi sekarang sudah menjadi terlalu besar untuk diselesaikan,” kata seorang demonstran Hong Kong berusia 20 tahun saat unjuk rasa pada Ahad kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.