Malaysia Mau Barter Minyak Sawit untuk Peralatan Militer

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja menurunkan kelapa sawit dari sebuah truk di pabrik kelapa sawit di Salak Tinggi, di luar Kuala Lumpur, Malaysia, 4 Agustus 2014. [REUTERS / Samsul Said / File Foto]

    Seorang pekerja menurunkan kelapa sawit dari sebuah truk di pabrik kelapa sawit di Salak Tinggi, di luar Kuala Lumpur, Malaysia, 4 Agustus 2014. [REUTERS / Samsul Said / File Foto]

    TEMPO.CO, Jakarta - Malaysia sedang berunding dengan enam negara untuk barter minyak sawit dengan peralatan militer dalam upaya memperkuat pertahanan negara.

    Dikutip dari Malay Mail, 26 Agustus 2019, Malaysia telah berjuang untuk memperbarui peralatan pertahanannya selama bertahun-tahun dan memotong anggaran pertahanannya tahun ini.

    Malaysia berupaya untuk menggantikan kapal perang angkatan laut karena beberapa di antaranya telah beroperasi selama 35 tahun atau lebih. Namun pembaruan alutsista bisa memakan anggaran besar.

    Pada Senin Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu mengaku biaya telah menjadi rintangan besar, tetapi menggunakan minyak sawit untuk membantu membayar peralatan dapat membuka jalan baru untuk pembaruan.

    Mohamad mengatakan diskusi tentang pembayaran dengan minyak sawit telah dimulai dengan Cina, Rusia, India, Pakistan, Turki dan Iran.

    "Jika mereka siap untuk menerima perdagangan barter kelapa sawit, kami sangat ingin pergi ke arah itu," kata Mohamad. "Kami memiliki banyak minyak sawit."

    Kapal angkatan laut Malaysia berpatroli di perairan dekat pulau Langkawi, 17 Mei 2015. [REUTERS / Olivia Harris / File Photo]

    Malaysia dan Indonesia, dua produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, terlibat dalam perselisihan dengan Uni Eropa mengenai rencana untuk menghapus komoditas dari bahan bakar terbarukan yang digunakan oleh blok tersebut pada tahun 2030 karena masalah deforestasi.

    Kedua negara memasok sekitar 85 persen minyak kelapa sawit dunia, yang sebagian besar digunakan dalam makanan tetapi juga dalam barang-barang seperti lipstik dan sabun, menurut laporan Reuters.

    Menhan Mohamad mengatakan dia tidak bisa memperkirakan berapa banyak minyak sawit yang akan disediakan Malaysia untuk barter dengan peralatan militer.

    Namun dalam barter minyak sawit ini Mohamad mengatakan, selain kapal Malaysia juga ingin membeli paralatan militer lain seperti pesawat pengintai jarak jauh, kendaraan udara tak berawak dan kapal pencegat cepat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.