Donald Trump Terima Tawaran Damai Perang Dagang Cina

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump saat KTT G7 di Prancis, 25 Agustus 2019.[REUTERS]

    Presiden AS Donald Trump saat KTT G7 di Prancis, 25 Agustus 2019.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Donald Trump menerima tawaran dialog Cina pada Senin setelah perang dagang semakin memanas dengan saling balas tarif impor.

    Selama KTT G7 di Prancis, Trump mengatakan pejabat Cina telah mengontak perwakilan dagang AS dan menawarkan perundingan, menurut laporan Reuters, 26 Agustus 2019.

    Wakil Perdana Menteri Cina Liu He, yang telah memimpin perundingan dengan Washington, mengatakan pada Senin bahwa Cina bersedia untuk menyelesaikan sengketa perdagangan melalui negosiasi dan dengan tegas menentang eskalasi konflik.

    Trump menyambut tawaran itu dan, berhari-hari setelah menyebut Presiden Xi Jinping sebagai musuh, dia memuji Xi Jinping.

    "Mereka ingin tenang, dan itu hal yang hebat, terus terang. Dan salah satu alasan mengapa dia adalah pemimpin yang hebat, Presiden Xi, dan salah satu alasan mengapa Cina adalah negara yang hebat adalah mereka memahami bagaimana kehidupan berjalan," kata Trump.

    “Cina menelepon orang-orang dari kantor perdagangan utama kita tadi malam dan berkata 'Mari kita kembali ke meja', jadi kita akan kembali ke meja, dan saya pikir mereka ingin melakukan sesuatu,: katanya.

    Di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Geng Shuang mengatakan dia belum mendengar bahwa panggilan telepon antara kedua pihak telah terjadi. Namun Kementerian Perdagangan Cina biasanya merilis pernyataan tentang kabar terbaru kemajuan perang dagang. Kementerian tidak segera menanggapi permintaan komentar.

    Perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia memanas sejak Jumat, dengan kedua belah pihak menaikkan tarif lebih banyak pada ekspor satu sama lain.

    Donald Trump mengumumkan tarif impor tambahan untuk sekitar US$ 550 miliar atau Rp 7.832 triliun barang-barang Cina, beberapa jam setelah Cina meluncurkan tarif pembalasan atas barang-barang AS senilai US$ 75 miliar atau Rp 1.068 triliun.

    Pada Ahad Gedung Putih mengatakan Donald Trump menyesal tidak menaikkan tarif impor lebih banyak pada barang-barang Cina.

    Liu, berbicara di sebuah konferensi teknologi di Chongqing, Cina barat daya, mengatakan tidak ada yang diuntungkan dari perang dagang.

    Perang dagang Donald Trump dan Cina telah merusak pertumbuhan global dan meningkatkan kekhawatiran pasar bahwa ekonomi dunia akan berujung pada resesi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.