Angela Merkel Ingin Ketegangan Amerika Serikat - Iran Berhenti

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angela Merkel. AP/RIA-Novosti, Mikhail Klimentyev

    Angela Merkel. AP/RIA-Novosti, Mikhail Klimentyev

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanselir Jerman Angela Merkel berkesempatan melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, yang muncul di pertemuan G7 di Biarritz, Prancis, Minggu, 26 Agustus 2019 atas undangan Prancis. Menurut Markel, setiap peluang harus dimanfaatkan untuk menyelesaikan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

    "Kita harus menemukan sebuah cara untuk meredakan ketegangan. Jika tidak, kami takut Iran ingkar (pada kesepakatan nuklir 2015) atau bahkan melakukan langkah lebih jauh," kata Kanselir Merkel, seperti dikutip dari reuters.com.

    Suasana KTT G7 di Biarritz, Prancis, 25 Agustus 2019. REUTERS

    Dalam pertemuan G7 Sabtu, 24 Agustus 2019, para pemimpin dari enam negara makmur masih gagal membujuk Presiden Amerika Serikat agar mau meringankan sanksi ekonomi yang dijatuhkan pada para pembeli minyak mentah Iran. Namun pada pertemuan G7 hari Minggu kemarin Presiden Trump meyakinkan dia sejalan dengan para pemimpin di G7 lainnya seperti Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia dan Jepang.

    Ekspor minyak mentah Iran pada Juli 2019 anjlok hingga ke level terendah, yakni 100,000 barrel per hari. Penurunan terjadi karena sanksi dari Amerika Serikat yang berlaku sejak Presiden Donald Trump menarik diri dari pakta kesepakatan nuklir yang dibuat era pemerintahan Barack Obama pada 2015.

    Para pemimpin negara Eropa terseok-seok dalam meredakan konfrontasi Amerika Serikat - Iran yang semakin mendalam sejak tahun lalu Trump menarik diri dari kesepakatan internasional nuklir Iran yang dikunci pada 2015. Saat yang sama, Trump juga memberlakukan lagi sanki-sanksi ekonomi pada Iran.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.