Pertemuan G7 Ujian Bagi Persatuan Dunia

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump berbincang dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam KTT G7 di Charlevoix, Quebec, Kanada, 8 Juni 2018. REUTERS/Leah Millis

    Presiden AS Donald Trump berbincang dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam KTT G7 di Charlevoix, Quebec, Kanada, 8 Juni 2018. REUTERS/Leah Millis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertemuan hari G7 pada Sabtu, 24 Agustus 2019, berlangsung panas saat tujuh kepala negara anggota G7 mengutarakan pandangan atas sejumlah isu global mulai dari Brexit hingga bagimana mengatasi kebakaran hutan hujan di kawasan Amazon.

    Dikutip dari reuters.com, Minggu, 25 Agustus 2019, pertemuan G7 diselenggarakan di Biarritz, Prancis, selama tiga hari. Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menjadi tuan rumah akan menjadikan pertemuan G7 sebagai sebuah kesempatan untuk menyatukan ke-7 negara-negara kaya di dunia muncul dengan satu suara setelah dalam beberapa tahun terakhir saling silang pendapat.

    Pertemuan G7 di Prancis diwarnai ketegangan saat pembahasan Brexit. Sumber: REUTERS/Christian Hartmann

    Selain 7 negara anggota G7, yakni Prancis, Inggris, Kanada, Jerman, Italia, Jepang dan Amerika Serikat, Presiden Macron juga mengundang para pemimpin dari kawasan Asia, Afrika dan Amerika Latin agar bisa bersama-sama mendorong munculnya suatu solusi bersama atas isu global yang muncul. Namun Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, mengatakan sekarang ini sudah semakin sulit mencari kesamaan pandangan.

    "Ini pertemuan G7 yang akan menjadi ujian paling sulit bagi persatuan dan solidaritas kebebasan dunia dan ujian bagi para pemimpinnya. Ini mungkin momen terakhir untuk memulihkan komunitas politik kita," kata Tusk.

    Dalam pertemuan G7 tahun lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah membuat pertemuan tahunan ini berlangsung sengit. Trump memutuskan keluar dari rapat lebih awal dan menolak komunike bersama yang dibuat pada akhir pertemuan.

    Sedangkan dalam pertemuan G7 2019, Trump tiba di Prancis sehari setelah membalas menaikkan tarif impor ke Cina. Dia mengatakan akan memberlakukan tarif impor tambahan sebanyak 5 persen pada impor barang-barang Cina total senilai US$ 500 miliar atau Rp 7.856 triliun. Keputusan Trump itu memperburuk perang dagang dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.