Laki-laki yang Bantu TKI Korban Perkosaan, Diberi Uang Suap

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paul Yong, terduga pelaku perkosaan seorang TKI. Sumber: malaymail.com

    Paul Yong, terduga pelaku perkosaan seorang TKI. Sumber: malaymail.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara negara bagian Perak, Malaysia, Ngeh Koo Ham, mengumumkan telah bertemu dengan laki-laki yang menolong TKI korban perkosaan membuat laporan ke polisi. Laki-laki itu diancam tutup mulut dengan diberi uang RM100,000 atau Rp 335 juta dari terduga pelaku perkosaan.

    Ilustrasi perkosaan. prameyanews7.com

    "Saya sudah bertemu dengan laki-laki itu (yang menolong TKI). Dia mengkonfirmasi menerima uang RM100,000. Dia juga mendapat ancaman dari seorang laki-laki yang mengarahkan pistol ke arahnya agar dia tutup mulut," kata Ngeh, seperti dikutip dari asiaone.com, Minggu, 25 Agustus 2019.

    Ancaman dan uang tutup mulut itu dialami laki-laki penolong TKI itu pada waktu yang sama ketika laporan polisi dibuat. Uang tutup mulut itu dikonfirmasi telah diterima oleh laki-laki itu.

    TKI yang bekerja sebagai asisten rumah tangga itu diduga diperkosa oleh majikannya Paul Yong, politikus Malaysia. Identitas TKI korban perkosaan, 23 tahun, tidak dipublikasi.

    Berdasarkan informasi terbaru ini, Ngeh berharap kepolisian segera melakukan investigasi lebih lanjut. Terduga pelaku perkosaan adalah Paul Yong, anggota Dewan Eksekutif wilayah Perak, Malaysia. Tindak kejahatan ini terjadi di rumah Yong di Meru, Malaysia, pada 8 Juli 2019.

    "Kami akan melindungi laki-laki ini (penolong TKI) dan berharap kebenaran akan terbongkar. Ini hanya soal waktu kapan kasus ini diinvestigasi sepenuhnya sehingga kita tahu apa maksud dari ini semua," kata Ngeh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.