Bisnis Sewa Teman Kencan Laris di Singapura, Mengapa?

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu perusahaan yang menyediakan layanan kencan di Singapura. [SOUTH CHINA MORNING POST]

    Salah satu perusahaan yang menyediakan layanan kencan di Singapura. [SOUTH CHINA MORNING POST]

    TEMPO.CO, Jakarta - Bisnis sewa teman kencan, pria maupun wanita, di Singapura diminati karena  banyak orang sibuk mengejar karir atau mencari uang untuk menutup tingginya biaya hidup sehingga enggan berpacaran atau menikah. 

    Ada perusahaan layanan teman kencan menjamin bisnis yang dijalankan bukan prostitusi, seperti dikutip dari South China Morning Post, 24 Agustus 2019.

    Sebut saja  Maybe.sg yang menyediakan wanita dan pria sebagai teman kencan para kliennya. Saat menjalankan bisnisnya, para penyewa diberitahu bahwa dilarang terjadi kontak fisik dan mereka yang menemani pelanggan berkencan diminta menelepon agensi jika terjadi masalah. Namun, terkadang penyewa berharap lebih dari kencan platonik tersebut.

    Maybe.sg memasang tarif  sewa untuk kencan, baik wanita maupun pria, berkisar dari 80 dollar singapura atau setara dengan Rp 828 ribu hingga 380 dollar Singapura untuk dua jam lamanya.

    Sora, pendiri Maybe.sg  menjelaskan, perusahaannya mirip seperti Tinder. Hanya saja di perusahaannya ada jaminan bawah konsumen tidak akan terpikat penipuan kencan palsu.

    "Orang-orang dari semua lapisan masyarakat menggunakan layanan kami," ujarnya.

    SG VIP Escort didirikan tahun 2017 oleh seorang pria Singapura saat usianya 20 tahun-an. Richard, begitu dia menyebut singkat namanya.

    Richard memasang tarif dari 600 dollar Singapura hingga 1,400 dollar Singapura untuk satu jam lamanya. Dan bahkan bisa mencapai 10 ribu dollar Singapura untuk acara khusus seperti acara-acara publik yang berlangsung sekitar 4 jam.

    "Wanita-wanita yang bekerja di SG VIP Escort warga Singapura atau penduduk tetap yang berpengalaman sebagai escort atau sugar babies," ujarnya.

    Pelanggannya sebagian besar orang asing dan mereka yang fokus pada karir berusia 30 tahun hingga 40 tahun.

    "Bagi mereka, waktu setara dengan uang dan mereka tidak mau berkomitmen dengan orang lain secara emosional maupun finansial, mereka menyewa kencan," kata Richard.

    Menariknya, menurut Richard, beberapa kliennya malah menjadi pelanggan tetapnya dengan meminta agar wanita yang dikencani adalah wanita yang sama. 

    Bisnis sewa teman kencan ini meski usianya masih muda, tapi bagi Richard maupun Sora bisnis seperti ini tetap menjanjikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.