Beijing Peringatkan Taiwan Tidak Beri Suaka ke Warga Hong Kong

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstran bergandengan tangan di Central Hong Kong pada hari Jumat, 23 Agustus 2019.[Dickson Lee/SCMP]

    Demonstran bergandengan tangan di Central Hong Kong pada hari Jumat, 23 Agustus 2019.[Dickson Lee/SCMP]

    TEMPO.CO, Jakarta - Beijing memperingatkan Taiwan untuk tidak memberikan suaka kepada warga Hong Kong yang berunjuk rasa melawan Cina.

    Juru bicara Kantor Urusan Taiwan di Beijing, Ma Xiaoguang menjelaskan, pernyataan presiden Taiwan Tsai Ing-wen yang menawarkan penampungan bagi aktivis Hong Kong akan membuat Taiwan menjadi surga para kriminal. Selain itu, juga akan mempertaruhkan kesejahteraan masyarakat Taiwan.

    Ma menuding partai berkuasa pendukung Tsai, Partai Progresif Demokrat buta terhadap tindakan kriminal dari aksi kekerasan para aktivis. Dan juga berusaha menutupi kejahatan mereka dengan terus memanas-mansi unjuk rasa di Hong Kong.

    Beijing tidak akan mentoleransi upaya Taiwan melindungi pelaku kriminal dan menegaskan bahwa semua warga Hong Kong terikat pada hukum yang berlaku.

    Pekan lalu, Partai Progresif Demokrat mengatakan Tsai telah meminta pemerintahannya untuk mengajukan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Hong Kong yang membutuhkan.

    Saat bertemu mantan menteri pertahanan Australia, Christopher Pyne pad hari Senin, 19 Agustus 2019, Tsai mengatakan Taiwan tidak akan mencampuri urusan dalam negeri Cina, namun adalah wajar bagi Taiwan untuk peduli pada situasi yang memburuk di Hong Kong dan mendukung rakyat Hong Kong menemukan kemerdekaan dan demokrasi.

    Data Lembaga Imigrasi Taiwan menyebutkan jumlah orang dari Hong Kong yang mengajukan diri menjadi residen di Taiwan mengalami kenaikan dalam dua bulan terakhir. Ada lebih dari 30 warga Hong Kong mencari bantuan ke Taiwan pada Juli lalu namun ternyata negara ini tidak punya undang-undang tentang pengungsi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.