Vietnam dan Australia Bangun Sekutu, Hadapi Cina

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, dan PM Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, di Hanoi, Vietnam, pada Kamis, 22 Agustus 2019. Reuters.

    Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, dan PM Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, di Hanoi, Vietnam, pada Kamis, 22 Agustus 2019. Reuters.

    TEMPO.COHanoiVietnam dan Australia membentuk sekutu baru untuk menghadapi ancaman aktivitas Cina di Laut Cina Selatan.

    Baru-baru ini, kapal Vietnam dan Cina terlibat konflik berkepanjangan di perairan yang dikontrol Hanoi.

    “Kami merasa sangat khawatir mengenai perkembangan kompleks baru-baru ini di Laut Timur dan sepakat untuk bekerja sama mempertahankan perdamaian, stabilitas, keamanan, keselamatan, dan kebebasan navigasi serta penerbangan,” kata Nguyen Xuan Phuc, Perdana Menteri Vietnam, saat menerima kunjungan pertama kalinya PM Australia, Scott Morrison, ke Hanoi seperti dilansir Reuters pada Jumat, 23 Agustus 2019.

    Phuc menggunakan istilah Laut Timur untuk menyebut Laut Cina Selatan. Ini merupakan kunjungan pertama seorang PM Australia ke Hanoi sejak negara itu memformalkan kemitraan strategis pada awal 2019.

    Ini juga merupakan komentar pertama Phuc pasca konflik laut antara kapal Vietnam dan Cina di Laut Cina Selatan.

    Seperti dilansir sebelumnya, kapal asal Cina yaitu Haiyang Dizhi 8 melanjutkan survei laut di Zona Ekonomi Ekslusive dengan dikawal tujuh kapal laut Cina.

    Ini diketahui dari data yang dilansir Marine Traffic, yang merupakan sebuah situs pelacak gerakan kapal laut.

    Ada dua kapal laut Vietnam termasuk kapal frigat buatan Rusia Quang Trung, yang memantau gerakan kapal Cina.

    PBB telah menyatakan merasa prihatin soal intervensi kapal Cina atas aktivitas eksplorasi minyak dan gas di laut yang diklaim Vietnam.

    Pengerahan kapal asal Cina itu disebut sebagai eskalasi oleh Beijing dalam upaya mengintimidasi negara lain yang mengklaim Laut Cina Selatan untuk bisa melakukan eksplorasi.

    Soal konflik laut ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan prinsip hukum internasional seharusnya ditegakkan.

    “Prinsip seperti kebebasan navigasi, kebebasan terbang di atas kawasan laut, memastikan negara dapat melakukan pengembangan sumber daya dalam dalam wilayah Zona Ekonomi Eksklusif dan batas laut serta dapat melakukan bisnis tanpa gangguan,” kata Morrison, yang mengunjungi Hanoi selama tiga hari sejak Kamis pekan ini.

    Pada Mei 2019, dua kapal perang Australia berlabuh di pangkalan laut Vietnam yaitu Cam Ranh Bay saat dua angkatan laut kedua negara meningkatkan kerja sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.