Hubungan Bilateral Cina - Kanada Terdampak Kasus Huawei

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Huawei. HUAWEI-USA/CAMPAIGN REUTERS/Philippe Wojazer

    Logo Huawei. HUAWEI-USA/CAMPAIGN REUTERS/Philippe Wojazer

    TEMPO.CO, Jakarta - Hubungan bilateral Cina - Kanada mengalami kesulitan karena kasus Huawei. Kedutaan Besar Cina di Kanada pada Kamis, 22 Agustus 2019, menuntut Ottawa membebaskan Direktur Keuangan Huawei Meng Wanzhou.

    Dikutip dari reuters.com, Kamis, 22 Agustus 2019, hubungan kedua negara dingin setelah Meng ditahan di Vancouver pada Desember 2018 lalu atas surat penahanan dari Amerika Serikat. Sebaliknya, Cina membalas dengan menuntut dua warga negara Kanada atas dugaan melakukan mata-mata. Tak hanya itu, Beijing juga membekukan impor biji kanola dan produk daging dari Kanada.

    Sebelumnya pada Rabu, 21 Agustus 2019, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan pemerintahannya tidak punya niat memperkerus persengketaan dengan Cina. Namun saat yang sama pihaknya akan mempertahankan kepentingan Kanada.

    "Kami akan selalu mempertahankan Cina dan kepentingannya juga. Hubungan Cina - Kanada sekarang menderita akibat beragam kesulitan dan Kanada tahu sangat baik penyebabnya. Kanada harus membebaskan Ms. Meng Wanzhou secepatnya dan memastikan keamanannya saat memulangkan dia ke Cina serta memulihkan hubungan bilateral kedua negara ke jalur yang sebenarnya," tulis Kedutaan Cina di Kanada.

    Trudeau dan Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland sebelumnya telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo di kota Ottawa, Kanada pada Kamis, 22 Agustus 2019. Hubungan bilateral Cina - Kanada menjadi salah satu topik yang diperbincangkan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.