Kereta Cinta di Cina, Khusus untuk Penumpang yang Mencari Jodoh

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan muda - mudi Cina mencari jodoh di kereta cinta. Sumber: asiaone.com/CHINA DAILY/ASIA NEWS NETWORK

    Ribuan muda - mudi Cina mencari jodoh di kereta cinta. Sumber: asiaone.com/CHINA DAILY/ASIA NEWS NETWORK

    TEMPO.CO, Jakarta - Urusan jodoh kadang gampang-gampang susah. Di Cina, terdapat sebuah wadah bagi mereka yang berstatus lajang menemukan cinta di kereta.

    Untuk membantu para lajang mendapat jodoh, pada 10 Agustus 2019 lalu, diberangkatkan kereta cinta dari stasiun Chongqing North menuju stasiun Qianjiang. Kereta itu berangkat dua kali pada siang hari dan satu kali pada malam hari. Tercatat ada sekitar seribu bujang – gadis mengikuti pencarian jodoh ini.   

    Ribuan muda - mudi Cina mencari jodoh di kereta cinta. Sumber: CHINA DAILY/ASIA NEWS NETWORK/asiaone.com

    “Aktivitas seperti ini lebih kreatif dari pada acara mak comblang pada umumnya. Kereta ini semacam sarana menjembatani orang dari berbagai tempat dan berkumpul untuk saling berkenalan lewat perjalanan yang dilakukan. Jadi, walau pun tidak mendapat jodoh, setidaknya Anda bisa mendapat teman baru,” kata Huang Song, salah satu peserta, dikutip dari asiaone.com, Kamis, 22 Agustus 2019. 

    Kereta cinta khusus para lajang jurusan stasiun Chongqing North menuju stasiun Qianjiang, diluncurkan sejak tiga tahun lalu. Pemberangkatan pada 10 Agustus lalu adalah perjalanan kereta cinta yang ketiga. 

    Di kalangan masyarakat Cina, kereta cinta ini dikenal dengan sebutan Y999 ‘kereta mengejar cinta’.  Tak hanya fokus dalam urusan jodoh, kereta ini juga menemukan lebih dari 3 ribu muda-mudi di Provinsi Sichuan dan Chongqing teman-teman baru.   

    Sejauh ini, ratusan peserta telah menemukan jodoh mereka di kereta tersebut dan hampir 10 pasang kekasih yang bertemu di kereta ini melangkah telah melangsungkan pernikahan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.