Donald Trump Mengaku Tuhan Bangsa Yahudi?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berpidato State of the Union di hadapan sesi gabungan Kongres pada Selasa, 5 Februari 2019. USA Today

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berpidato State of the Union di hadapan sesi gabungan Kongres pada Selasa, 5 Februari 2019. USA Today

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden AS Donald Trump mengaku Tuhan untuk bangsa Yahudi di Twitter, sehari setelah Trump meragukan kesetiaan Yahudi Amerika yang mendukung Demokrat untuk pilpres 2020.

    Dalam serangkaian kicauan Twitter pada Rabu pagi, Trump mengutip pembawa acara radio konservatif dan ahli teori konspirasi terkenal Wayne Allyn Root, yang secara praktis mendeklarasikan Trump sebagai presiden Mesiah dalam acaranya Selasa malam, dikutip dari CBS News, 22 Agustus 2019.

    Mengutip Root, Trump menulis di Twitter bahwa ia adalah "Presiden terbesar bagi orang Yahudi dan bagi Israel dalam sejarah dunia", bahwa "orang-orang Yahudi di Israel mencintainya seolah-olah dia adalah Raja Israel" dan bahkan "Mereka mencintainya seolah dia adalah kedatangan Tuhan yang kedua." Donald Trump berterima kasih atas kata-kata Roots.

    Wayne Allyn Root adalah Yahudi yang berubah menjadi Kristen evangelis dan penulis buku Angry White Male: How the Donald Trump Phenomenon Is Changing America pada 2015.

    Root juga dikenal karena mempromosikan teori konspirasi sayap kanan. Dia kuliah di Universitas Columbia sementara Barack Obama juga belajar di sana, kemudian dengan keliru menyatakan bahwa Obama tidak benar-benar bersekolah di Columbia. Baru-baru ini, ia dengan salah mengatakan di Twitter bahwa penembakan massal di Las Vegas, yang menewaskan 58 orang, adalah aksi terorisme Muslim. Faktanya, pelaku bersenjata itu bukan Muslim dan penyelidik tidak dapat menentukan motifnya.

    Kicauan terbaru datang sehari setelah Presiden Trump mengkritik setiap orang Yahudi yang memilih Demokrat tidak setia dan bermuka dua. Para pemimpin di komunitas Yahudi mengemukakan kekhawatiran bahwa presiden mempromosikan stereotip anti-Semit dengan menyebut orang Yahudi sebagai orang yang tidak loyal.

    Tuduhan semacam itu memiliki sejarah panjang dan mengganggu digunakan terhadap orang Yahudi, kata Jonathan Greenblatt, kepala eksekutif Liga Anti-Pencemaran Nama Baik.

    Menurut laporan Reuters, Yahudi-Amerika condong ke Demokrat. Sekitar 70 persen Yahudi Amerika saat ini lebih mendukung kandidat Demokrat.

    "Jika kalian ingin memilih Demokrat, kalian menjadi sangat tidak setia kepada rakyat Yahudi dan sangat tidak setia kepada Israel," kata Donald Trump Rabu kemarin di Gedung Putih, dikutip dari New York Times.

    American Jewish Committee menyebut komentar Trump "sangat memecah". Ketua AJC David Harris, yang merupakan Republikan, pernyataan Donald Trump tentang Yahudi Amerika sangat berbahaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.