Orang Kaya Hong Kong Resah, Jajaki Australia

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjuk rasa menghentikan pintu kereta Mass Transit Railway di stasiun MRT Yuen Long, New Territories, Hong Kong, 21 Agustus 2019. Sebulan lalu pengunjuk rasa diserang oleh anggota geng triad di stasiun Yuen Long MTR. REUTERS/Tyrone Siu

    Sejumlah pengunjuk rasa menghentikan pintu kereta Mass Transit Railway di stasiun MRT Yuen Long, New Territories, Hong Kong, 21 Agustus 2019. Sebulan lalu pengunjuk rasa diserang oleh anggota geng triad di stasiun Yuen Long MTR. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.COSydney – Pemerintah Australia mengatakan ada peningkatan minat dari kalangan orang kaya di Hong Kong, yang mencari tempat tinggal aman di tengah situasi krisis politik di sana.

    Pejabat Departemen migrasi negara New South Wales mengatakan,”Ada peningkatan aplikasi keimigrasian dari Hong Kong selama beberapa bulan terakhir.”

    Peningkatan minat ini sejalan dengan meningkatnya ketegangan dan kerasahan publik di wilayah semi otonom ini. NSW mengadakan program visa senilai 5 juta dolar Australia bagi orang kaya yang ingin menjadi penduduk langsung di sana.

    Bill Fuggle, yang merupakan rekan di kantor pengacara Baker & McKenzie ada peningkatan aplikasi Significant Investor Visa atau SIV.

    “Saya mendengar dari klien saya bahwa ada peningkatan dalam jumlah aplikasi SIV Hong Kong,” kata dia.

    Protes di Hong Kong diawali penolakan legislasi ekstradisi terhadap tersangka kriminal ke Cina untuk diadili.

    Demonstrasi ini lalu menyebar dan berkembang menjadi penolakan terhadap intervensi pemerintah Cina. Warga juga meminta Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, mundur karena dinilai pro Beijing dan polisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.