Bandara San Fransisko Larang Minuman dalam Botol Plastik

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan membersihkan sampah dan botol plastik di Australia. [ABC]

    Relawan membersihkan sampah dan botol plastik di Australia. [ABC]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kawasan bandara Internasional San Fransisko, Amerika Serikat mulai 21 Agustus 2019 melarang penumpang membeli air minum kemasan dalam botol plastik.

    Vendor juga dilarang menjual dan menyediakan air minum kemasan botol plastik termasuk vending machine.

    Bandara internasional San Fransisko memberlakukan larangan penggunaan botol plastik dan kemasan plastik lainnya sebagai upaya untuk menjadi bandara pertama yang bebas plastik sampah pada tahun 2021.

    Para penumpang atau pengunjung bandara disediakan tempat minum berupa air siap untuk diminum atau water fountain, membawa sendiri tempat minum berupa botol dan diisi air gratis di bandara, atau membeli minuman dalam botol gelas atau aluminium yang disediakan para vendor.

    Berdasarkan SFO, regulator bandara, setiap tahun lebih dari 28 juta pon sampah diolah termasuk 10 ribu botol minuman yang dijual setiap hari. Totalnya mendekati 4 juta setiap tahun.

    Para ahli memperkirakan setiap satu botol plastik butuh 450 hingga seribu tahun untuk terurai di tanah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.