Koin Berusia 125 Tahun Laku Rp 18 Miliar

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koin Barber Dime tahun 1894.[CNN]

    Koin Barber Dime tahun 1894.[CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pengusaha asal Utah rela membayar US$ 1,32 juta atau Rp 18,8 miliar untuk satu koin dalam lelang di Chicago.

    Namun koin yang dilelang bukan sembarang koin. Itu adalah koin Barber Dime tahun 1894, dan hanya ada 24 koin yang dibuat, menurut Stack's Bowers Galleries, dikutip dari CNN, 20 Agustus 2019.

    Dilaporkan hanya ada 9 koin yang masih tersisa.

    Koin itu dibeli oleh pengusaha bernama Dell Loy Hansen, yang juga memiliki tim MLS Real Salt Lake.

    Hansen adalah seorang kolektor koin dan sedang mengerjakan koleksi yang mencakup contoh setiap koin yang pernah dibuat oleh US Mint dari tahun 1792 hingga saat ini, kata John Brush, presiden David Lawrence Rare Coins, yang membantu Hansen membuat koleksi dan berada di Chicago untuk menghadiri lelang koin.

    "Ketika Anda menawar satu juta dolar pada sebuah koin, itu menegangkan," kata Brush. "Anda seperti merasa telapak tangan yang berkeringat, karena itu uang yang banyak."

    Brush berkata bahwa Hansen hanya membutuhkan enam koin untuk menyelesaikan koleksinya, tetapi mereka tidak dijual.

    Koin 1894-S dikenal sebagai Barber Dime karena dirancang oleh pengukir Charles E. Barber, yang merancang banyak koin untuk US Mint.

    Koin-koin itu ditempa di San Francisco Mint pada 9 Juni 1894, kata Professional Grading Service. Lembaga ini memberikan sertifikasi dan keaslian koin tersebut.

    Koin itu dulunya milik Jerry Buss, pemilik terakhir NBA Los Angeles Lakers dan terakhir dilelang pada tahun 1988.

    Koin Barber Dime 1894-S lainnya dijual pada tahun 2016 kepada pembeli anonim selama hampir US$ 2 juta atau Rp 28,5 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.