Polisi Hong Kong Diduga Mencuri Jam Tangan Rolex Rp 800 Juta

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chow Hop-chun, kiri, polisi Hong Kong yang diduga mencuri jam tangan Rolex. Sumber: Brian Wong/scmp.com

    Chow Hop-chun, kiri, polisi Hong Kong yang diduga mencuri jam tangan Rolex. Sumber: Brian Wong/scmp.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang petugas kepolisian Hong Kong diduga mencuri jam tangan Rolex seharga HK $425.000 atau lebih dari Rp 800 juta. Pencurian dilakukan dengan cara menggantinya dengan jam tangan palsu.

    Pengadilan Hong Kong pada Senin, 19 Agustus 2019, melakukan sesi dengar kesaksian, dimana anggota polisi Hong Kong atas nama Chow Hop-chun, 28 tahun, diduga telah mencuri arloji mewah berwarna biru yang ditemukan oleh seorang laki-laki. Si penemu jam tangan itu lalu menyerahkannya ke Kantor Polisi Cheung Sha Wan pada 26 Juni 2017.

    Saat dikonfirmasi atas tindakannya, Chow mengaku tidak bersalah atas tuduhan pencurian tersebut.

    Jaksa penuntut di persidangan mengatakan sesuai standar prosedur kepolisian, Chow seharusnya meletakkan jam Rolex itu dalam sebuah amplop tertutup dan menyerahkannya ke kantor polisi tempat penyimpanan barang hilang untuk disimpan. Akan tetapi, sembilan menit setelah ia menerima arloji asli Chow diduga malah mengambil jam Rolex palsu dari lokernya dan memberi tahu petugas lain di kantor bahwa itu adalah yang telah diserahkan si penemu kepada polisi.

    Chow mengirim sebuah amplop tertutup yang isinya arloji palsu ke kantor polisi pusat penyimpanan barang hilang. Dia kemudian kembali ke kantor polisi tempatnya bertugas dengan amplop tertutup berisi arloji asli, tanpa persetujuan petugas jaga.

    Tindakannya terbongkar saat pemilik jam Rolex itu hendak mengambil barangnya. Chow lalu mengarang cerita kalau dia telah kehilangan jam itu tak lama setelah barang itu diserahkan padanya. Dia mengaku telah mencari di lift lobi, tangga darurat, ruang pembuat laporan dan menyusuri tiga lantai gedung polisi tempatnya bekerja, namun tak juga menemukan.   

    Chow masih waswas walau telah mengarang cerita. Dia lalu memberikan jam tangan palsu pada pemilik sebelum menggantinya dengan yang asli.

    Li Man-yiu, yang menyerahkan Rolex asli ke polisi mengaku pemilik jam tangan itu bermain di tim sepak bola yang sama dengannya. Li mengatakan dia memilih melaporkan kasus itu ke polisi daripada mengembalikan arloji itu secara langsung karena dia khawatir barang mewah itu malah hilang saat disimpannya.

    “[Pemilik] mengatakan jam tangan itu sangat mahal. Jadi jika ada kecelakaan, saya khaatir tidak bisa memikul tanggung jawab, ”kata Li, di persidangan.

    SOUTH CHINA MORNING POST MEIDYANA ADITAMA WINATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.