Konvoi Pro Cina Naik Ferrari di Vancouver Saat Demo Hong Kong

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan massa Anti RUU ekstradisi menggunakan payung saat melakukan aksi unjuk rasa menuntut demokrasi dan reformasi politik di Hong Kong, August 18, 2019.  REUTERS/Thomas Peter

    Ratusan massa Anti RUU ekstradisi menggunakan payung saat melakukan aksi unjuk rasa menuntut demokrasi dan reformasi politik di Hong Kong, August 18, 2019. REUTERS/Thomas Peter

    TEMPO.COVancouver – Konvoi warga pendukung Cina mengendarai mobil sport Ferrari dan berbagai merek lainnya untuk menunjukkan dukungan saat demonstrasi Hong Kong di Vancouver, Kanada.

    Mereka memasang bendera Cina di atas kap depan mobil sport, yang harganya miliaran rupiah itu, pada Sabtu, 17 Agustus 2019.

    Selain Ferrari, ada mobil sport McLarens, Porsche, dan Aston Martin. Pengendara terlihat mengibaskan bendera Cina sambil mengegas mesin mobil dan membunyikan klakson untuk saling menyemangati demonstran dari Vancouver dan Toronto.

    Mereka berhadapan dengan sekelompok demonstran pro-Hong Kong, yang menyuarakan demokrasi.

    “Unjuk rasa pro Cina itu merupakan pertunjukan kekuasaan uang besar dan cara menunjukkan kekuatan,” kata Kevin Huang Yi Shuen, salah satu demonstran pro-Hong Kong, seperti dilansir South China Morning Post pada Selasa, 20 Agustus 2019.

    Salah seorang netizen mengunggah parade mobil mewah itu dan menyebutnya sebagai,“Film Fast & Furious terburuk”.

    Salah satu mobil sport yaitu Ferrari 458 memasang bendera Cina dan pengemudinya melambaikan bendera Cina menggunakan tongkat tiga meter. Ini diikuti mobil McLare 570 dengan bendera yang lebih kecil terlihat menjulur keluar dari jendela pengemudi, yang menutupi wajahnya dengan tangan.

    Salah satu pengendara Ferrari konvertibel menarik perhatian polisi Kanada karena terus menerus menyalakan klakson.

    Huang mengatakan polisi juga terlihat mengejar salah satu mobil mewah, yang melakukan aksi di jalanan dekat lokasi unjuk rasa.

    Huang, yang merupakan direktur lembaga nirlaba Hua Foundation, mengatakan dia merasa ragu para pengendara mobil itu membawa manfaat bagi unjuk rasa pro-Cina.

    “Itu adalah sesuatu yang tidak saya rekomendasikan,” kata Huang.

    Sebuah mobil mewah Mercedes-Benz konvertibel terlihat parkir di dekat lokasi unjuk rasa memutar lagu nasional Cina dengan keras.

    Uniknya, salah satu pengendara mobil Jeep pro-Hong Kong mendapat sorakan dari demonstran karena membawa bendera Inggris British Union.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.