Surat Kabar Bahasa Melayu Tertua Utusan Malaysia Berhenti Terbit

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Semua publikasi di bawah Utusan Group, Utusan Malaysia dan Kosmo!, akan menghentikan semua publikasi cetak pada hari Rabu.[The Star]

    Semua publikasi di bawah Utusan Group, Utusan Malaysia dan Kosmo!, akan menghentikan semua publikasi cetak pada hari Rabu.[The Star]

    TEMPO.CO, Jakarta - Surat kabar berbahasa Melayu tertua Malaysia, Utusan Malaysia, akan berhenti terbit mulai Rabu pekan ini.

    Malay Mail melaporkan pada 19 Agustus 2019, Ketua National Union of Journalists Malaysia (NUJM) Taufik Razak, yang juga menjadi staf publikasi Utusan Malaysia, mengatakan bahwa dia menerima kabar tersebut dari rekannya, namun belum menerima konfirmasi dari manajemen.

    "Kami akan bekerja sampai hari terakhir kami pada Rabu. Setelahnya, kami akan tutup. Tidak akan lagi beroperasi," ujar Taufik, yang juga menjabat ketua NUJ yang mewakili Utusan Malaysia.

    Taufik mengatakan akan mendiskusikan apa yang akan dilanjutkan ke depannya.

    Sementara editor Lokman Othman dari Utusan Malaysia mengatakan tabloid "Kosmo!", yang masih naungan Utusan Malaysia, juga berhenti terbit.

    Lokman, yang baru dipromosikan sebagai editor pada April tahun ini, mengatakan ia diberitahu bahwa edisi online Utusan Malaysia dan Kosmo! akan tetap melanjutkan operasi, menambahkan bahwa akan ada periode "pendinginan" setelah Rabu, di mana dua atau tiga investor akan datang untuk mengambil alih Utusan Group.

    Dia juga berbicara tentang restrukturisasi setelah pengambilalihan selesai, termasuk PHK staf.

    Lokman mengatakan bahwa departemen sumber daya manusia Utusan Group sedang mendiskusikan paket pesangon, menyarankan staf untuk mengambil tawaran pekerjaan lain yang mereka dapatkan.

    Keputusan itu dibuat oleh dewan direksi pada pertemuan sebelumnya dan sumber mengatakan bahwa penutupan akan diselesaikan setelah grup tersebut dikeluarkan dari daftar Bursa Malaysia.

    Kantor Utusan Malaysia di Kuala Lumpur, 19 Agustus 2019.[Ahmad Zamzahuri/Malay Mail]

    Menurut laporan Strits Times, Utusan Group belum membayar gaji kepada stafnya sejak Juni. Bahkan sebelum ini, telah berulang kali menunda pembayaran gaji.

    Gaji untuk staf eksekutif juga ditunda selama dua bulan, dengan pembayaran bertahap terakhir sebesar RM 2.000 (Rp 6,8 juta) dibayarkan pada bulan Juni.

    Meskipun Utusan Group telah memulai skema pemisahan sukarela (VSS) yang melihat stafnya memotong dari 1.400 menjadi 823 orang, tetapi bahkan pembayaran VSS telah ditunda.

    Utusan Malaysia pertama kali diterbitkan sebagai Utusan Melayu di Jawi pada tahun 1939 di Singapura.

    Utusan Melayu didirikan oleh Yusof Ishak, yang kemudian menjadi Presiden Singapura pertama, dan Abdul Rahim Kajai, yang dikenal sebagai bapak jurnalisme Melayu.

    Kantornya dipindahkan ke Kuala Lumpur pada tahun 1959. Versi Utusan Melayu yang diromanisasi, Utusan Malaysia, pertama kali mulai dicetak pada 1 September 1967 di Malaysia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.