Trump Emoh Berbisnis dengan Huawei, Alasan Keamanan Nasional

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri Huawei Ren Zhengfei menghadiri diskusi panel di kantor pusat perusahaan di Shenzhen, provinsi Guangdong, Cina 17 Juni 2019. [REUTERS / Aly Song]

    Pendiri Huawei Ren Zhengfei menghadiri diskusi panel di kantor pusat perusahaan di Shenzhen, provinsi Guangdong, Cina 17 Juni 2019. [REUTERS / Aly Song]

    TEMPO.CO, New Jersey - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan dia tidak ingin berbisnis dengan perusahaan raksasa teknologi telekomunikasi Huawei.

    Dia mengatakan ini meskipun pemerintah AS berencana untuk memperpanjang masa tenggang bagi perusahaan itu agar tidak terkena sanksi. 

    Trump mengatakan alasannya adalah keamanan nasional AS.

    “Saat ini, tampaknya kita tidak akan memberlakukan bisnis. Saya tidak ingin melakukan bisnis sama sekali karena ini menjadi ancaman keamanan nasional. Dan saya sangat percaya bahwa media telah meliput sedikit berbeda dari soal ini,” kata Trump saat di New Jersey sebelum lepas landas dengan pesawat Air Force One seperti dilansir media SCMP pada Senin, 19 Agustus 2019 dengan mengutip Reuters.

    Beberapa media AS seperti Reuters melansir pada akhir pekan lalu bahwa departemen Perdagangan AS bakal memperpanjang masa tenggang bagi Huawei untuk bisa membeli suplai komponen teknologi dari perusahaan AS sehingga bisa terus melayani konsumen. Masa tenggang ini bakal diperpanjang selama 90 hari. 

    Menurut Trump, ada sebagian kecil dari bisnis Huawei yang bisa dikecualikan dari larangan luas tapi isu ini menjadi sangat kompleks. Dia juga tidak mengatakan apakah pemerintahannya akan memperpanjang lisensi umum sementara.

    Secara terpisah, Direktur Dewan Keamanan Nasional AS, Larry Kudlow, mengatakan departemen Perdagangan akan memperpanjang proses lisensi Huawei selama tiga bulan sebagai tanda niat baik di tengah negosiasi perdagangan dengan Cina.

    “Kita beri kesempatan kepada perusahaan kita selama tiga bulan,” kata Kudlow kepada NBC.

    Pada saat yang sama, Huawei berencana melipattigakan kegiatan riset dan pengembangan staf di Rusia dalam enam tahun. Ini dilansir oleh media Rusia yaitu Sputnik.

    Huawei merupakan perusahaan teknologi telekomunikasi raksasa yang membangun peralatan jaringan. Perusahaan akan merekrut 500 staf baru pada akhir tahun dan 1.000 orang lain sesudahnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.