Kim Jong Un Pantau Peluncuran Rudal Balistik Jarak Pendek

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana peluncuran rudal balistik jarak pendek di Korea Utara, Kamis, 25 Juli 2019. Kim mengatakan bahwa uji coba senjata berpemandu taktis tipe baru itu merupakan peringatan bagi Korea Selatan untuk berhenti mengimpor senjata teknologi tinggi, dan melakukan latihan militer bersama dengan Amerika Serikat (AS). KCNA/via REUTERS

    Suasana peluncuran rudal balistik jarak pendek di Korea Utara, Kamis, 25 Juli 2019. Kim mengatakan bahwa uji coba senjata berpemandu taktis tipe baru itu merupakan peringatan bagi Korea Selatan untuk berhenti mengimpor senjata teknologi tinggi, dan melakukan latihan militer bersama dengan Amerika Serikat (AS). KCNA/via REUTERS

    TEMPO.CO, Seoul – Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, mengawasi kembali peluncuran senjata baru rudal jarak pendek pada Jumat seperti dilansir media pemerintah KCNA pada Sabtu, 17 Agustus 2019.

    Tindakan Kim ini mempersulit upaya denuklirisasi menjelang kunjungan utusan Amerika Serikat untuk Pyongyang ke Seoul, Korea Selatan.

    “Uji coba rudal keenam oleh Korea Utara ini sebagai bentuk protes rencana latihan militer Korea Selatan dan Amerika,” begitu dilansir Channel News Asia pada Sabtu, 17 Agustus 2019.

    Pyongyang cenderung melihat latihan militer Korea Selatan dan Amerika Serikat ini sebagai ancaman invasi terhadap negaranya.

    Pejabat pertahanan di Seoul, Korea Selatan, mengatakan militer Korea Utara tampaknya menembakkan dua rudal balistik jarak pendek pada Jumat sejauh 230 kilometer.

    Rudal ini jatuh di laut antara Semenanjung Korea Utara dan Jepang. Menurut kantor berita Korea Utara yaitu KCNA, uji coba ini membawa haisl yang memuaskan.

    “Ini memperkuat keyakinan kami atas sistem senjata ini,” begitu dilansir Channel News Asia. “Penembakan rudal ini dilakukan di depan kehadiran pemimpin tertinggi.”

    Reuters melansir Korea Utara dan Amerika telah bersepakat untuk menggelar pertemuan puncak ketiga antara Kim Jong Un dan Presiden AS, Donald Trump.

    Pertemuan Kim Jong Un dan Trump ini akan digelar dalam beberapa waktu mendatang setelah pertemuan pertama di Singapura dan kedua di Hanoi, Vietnam, tidak membuahkan kesepakatan denuklirisasi yang memuaskan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.