Dirgahayu Republik Indonesia di Kopenhagen Berlangsung Unik

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Indonesia merayakan Dirgahayu Republik Indonesia ke - 74 tahun di Kopenhagen, Denmark. Istimewa

    Warga Indonesia merayakan Dirgahayu Republik Indonesia ke - 74 tahun di Kopenhagen, Denmark. Istimewa

    TEMPO.COKopenhagen – Perayaan Dirgahayu Republik Indonesia ke - 74 di Kopenhagen, Denmark, berlangsung meriah dan unik.

    Diaspora Indonesia yang tinggal di sana menempuh waktu 4 - 5 jam dari daerah Jutland agar bisa berkumpul dan memeriahkan Dirgahayu RI ke-74 di kantor KBRI di Kopenhagen pada Sabtu, 17 Agustus 2019.

    “Sebagian warga hadir dengan mengenakan pakaian daerah,” begitu dilansir rilis dari KBRI Denmark yang diterima Tempo pada Ahad, 18 Agustus 2019.

    Ada juga warga diaspora Indonesia yang hadir dari Kota Lund, yang terletak di perbatasan Swedia.

    “Walaupun hujan, masyarakat dan diaspora Indonesia tetap antusias mengikuti upacara,” kata Ibnu Said, duta besar Indonesia untuk Denmark. “Masyarakat Indonesia selalu semangat dan siap untuk memajukan Indonesia. Indonesia unggul. Indonesia maju.”

    Pada perayaan HUT RI ke - 74 kali ini, KBRI menggelar acara goyang dangdut dengan dimeriahkan penyanyi dangdut Kristina.

    “Ini pertama kalinya saya menyanyi di Kopenhagen dan juga pertama kalinya menyanyi sebanyak ini dalam acara yang diselenggarakan KBRI,” kata Kristina sambil tertawa seusai pentas.

    Beberapa lagu yang sempat dibawakan adalah “Sang Pujangga”, “Secawan Madu”, “Goyang Dumang”, dan “Terlena”.

    Warga juga melambaikan bendera Merah Putih saat lagu “Tanah Air” dan “Indonesia Pusaka” dinyanyikan bersama-sama.

    Acara perayaan Dirgahayu Republik Indonesia ini juga diramaikan dengan berbagai atraksi khas 17 Agustusan seperti lomba bakiak, tarik tambang, dan balap karung oleh anak-anak dan dewasa.

    Beberapa warga Denmar ikut hadir meramaikan acara ini. Mereka tergabung dalam semangat friends of Indonesia.

    “Kami sebagai alumni merasa senang berada di sini. Walaupun cuaca tidak terlalu mendukung tapi semua berjalan lancar,” kata Rasmus, yang ditemani oleh Mads, dan Mark. Sedangkan Mads mengatakan acara ini merupakan satu-satunya kesempatan dia bisa menikmati berbagai kuliner khas Indonesia.

    Berdasarkan data dari Danmark Statistik, ada sekitar 979 orang WNI yang tinggal di sana pada 2018 dengan 363 lelaki dan 616 perempuan. Banyak warga yang hadir bersama teman dan keluarga pada perayaan Dirgahayu Republik Indonesia ke-74 ini. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.